RSHS Bandung
Home All News Viral Penumpukan Jenazah COVID-19, Ini Penjelasan RSHS Bandung
All News - Regional - 2021-07-16

Viral Penumpukan Jenazah COVID-19, Ini Penjelasan RSHS Bandung

MATAKOTA, Bandung – Kabar terjadinya penumpukan jenazah di kamar jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada 12-13 Juli lalu, viral di grup-grup percakapan WhatsApp warga Kota Bandung.

Menanggapi hal itu, Plt Direktur Utama RSHS Irayanti angkat bicara. Ia menyatakan, RSHS merupakan rumah sakit rujukan COVID-19 untuk pasien dengan kondisi berat dan kritis.

“Terkait informasi yang beredar mengenai kepadatan di kamar jenazah RSHS pada 12-13 Juli 2021, kami menyampaikan bahwa RSHS merupakan rumah sakit rujukan COVID-19 tertinggi di Jawa Barat untuk pasien dengan kondisi berat dan kritis,” ujarnya melalui keterangan pers, Kamis, 15 Juli 2021.

Ia berujar, kendala yang dihadapi saat ini adalah banyak pasien yang datang ke rumah sakit dengan kondisi penurunan kadar oksigen yang berat dan tanpa rujukan. Sedangkan RSHS, kata Irayanti, memiliki sistem rujukan yang terintegrasi.

“Harapannya pasien datang ke RSHS dapat diketahui terlebih dahulu kondisinya sehingga persiapan ruangan ataupun support yang lain dapat disiapkan,” ucapnya.

Irayanti mengatakan, terjadinya peningkatan kunjungan di instalasi gawat darurat (IGD) dan kondisi pasien dalam keadaan berat dan kritis memiliki kecenderungan perburukan yang cepat sehingga bisa berujung pada kematian.

“Hal ini yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah jenazah di kamar jenazah RSHS, apalagi jika meninggalnya dalam waktu yang berdekatan, ditambah protokol tata laksana jenazah COVID-19 yang lebih panjang sehingga membutuhkan waktu lama,” katanya.

Ia mengatakan kondisi tersebut yang menyebabkan antrean pelayanan lebih panjang pada 12-13 Juli 2021. Namun saat ini sudah dapat tertangani oleh pihak rumah sakit.

“Peningkatan jumlah jenazah di kamar jenazah memang terlihat sangat signifikan pada bulan Juni dan Juli,” katanya.

Diungkapkan, pihaknya berupaya melakukan antisipasi agar tidak terjadi hal serupa  yaitu dengan menyiapkan skenario sehingga pelayanan di kamar jenazah tetap lancar.

Selain itu, pihaknya juga sudah menambah jumlah tenaga medis di bagian pemulasaran jenazah untuk mengantisipasi kejadian ini terulang kembali. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

5 SMK di Jabar Presentasikan Kesiapan Menjadi BLUD

MATAKOTA, BANDUNG, — Sebanyak 5 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Barat (Jabar…