Dr. H. Abdul Hanan Sampaikan Tausiyah pada Istighosah Penutup Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Soreang
MATAKOTA II Bandung – Istighosah menjadi penutup rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Mochammad Toha, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (20/4/2026) malam.
Kegiatan diawali dengan lantunan dzikir, takbir, pembacaan Al-Fatihah, surat Yasin, istighfar, serta doa bersama yang dipimpin Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A.
Sejak awal acara, suasana terasa tenang dan penuh kekhusyukan. Para tamu undangan dan peserta mengikuti rangkaian doa yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan kedamaian Indonesia.
Doa juga dipanjatkan agar Kabupaten Bandung semakin maju dan semakin BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) dalam berbagai bidang pembangunan.
Di tengah rangkaian tersebut, Dr. H. Abdul Hanan, M.Ag., Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Bandung, menyampaikan tausiyah di hadapan para peserta istighosah.
Dalam penyampaiannya, ia mengangkat tema tentang dzikir dalam kehidupan sehari-hari yang tidak hanya berhenti pada ucapan.
Ia menjelaskan bahwa dzikir terbagi menjadi tiga, yaitu dzikir bil lisan, dzikir bil qalb, dan dzikir bil jawarih atau perbuatan.
Menurutnya, dua bentuk dzikir pertama relatif lebih mudah dilakukan, yaitu melalui ucapan dan hati.
Namun, ia menekankan bahwa dzikir yang paling berat adalah dzikir bil jawarih, yakni dzikir yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Yang paling berat memang yang ketiga, karena harus benar-benar terlihat dalam perbuatan sehari-hari,” ujarnya.
Ia mencontohkan, dzikir dalam perbuatan tercermin dari sikap jujur, peduli, dan bagaimana seseorang berkontribusi di tengah masyarakat.
Penyampaian yang ringan dan sesekali diselingi humor membuat suasana terasa lebih hidup.
Para peserta terlihat beberapa kali tersenyum dan tetap mengikuti tausiyah hingga akhir tanpa kehilangan kekhusyukan acara.
Momen tersebut membuat suasana istighosah tidak hanya terasa religius, tetapi juga hangat dan dekat dengan jamaah yang hadir.
Usai tausiyah, rangkaian doa bersama kembali dilanjutkan sebagai penutup kegiatan.
Di akhir acara, Abdul Hanan menyampaikan harapan agar momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung menjadi penguat semangat kebersamaan dan pembangunan daerah.
Ia berharap Kabupaten Bandung terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga bidang sosial keagamaan.
“Semoga Kabupaten Bandung semakin maju dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Istighosah ini menjadi penutup seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 Tahun 2026 yang ditandai dengan suasana kebersamaan dan refleksi bersama.*
HUT ke-385 Kabupaten Bandung, Asep Syamsudin Soroti 6 Persoalan Prioritas, Banjir Paling Mendesak
MATAKOTA II Bandung — Di usia ke-385 Kabupaten Bandung, sejumlah persoalan prioritas masih…







