Home All News Dilaporkan ke Kejati Jabar, ini Dugaan Modus Lancung Oknum Bapenda Kota Bandung
All News - Hukum - 3 weeks ago

Dilaporkan ke Kejati Jabar, ini Dugaan Modus Lancung Oknum Bapenda Kota Bandung

MATAKOTA, Bandung – Langkah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung menerjunkan tim verifikasi dan pemeriksaan Wajib Pajak (WP) hotel, restoran, hiburan, dan parkir, berbuntut panjang. Terkini, aktivis anti korupsi secara resmi melaporkan kasus dugaan korupsi tersebut ke Kejati Jabar, pada Senin tanggal 30 Mei 2022 lalu.

Menurut Ketua Biro Investigasi DPP Manggala Garuda Putih (MGP) Agus Satria, berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihaknya, ada dugaan kejanggalan dalam penerimaan pajak di Kota Bandung. Salah satunya munculnya tim verifikasi pajak dadakan yang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah wajib pajak di Kota Bandung.

Agus mengatakan, penunjukan staf Bapenda Dicky N Wijaya yang mengawaki surat perintah tim verifikasi pajak tersebut, juga sangat janggal dan dipaksakan.

“Bagaimana mungkin seorang staf biasa, diberi kewenangan yang melampaui tupoksinya dan diberi keleluasaan untuk menjalankan tugas yang memiliki implikasi besar ke dalam dan keluar,” tegasnya, di Karang Tengah Kota Bandung, 1 Juni 2022.

Agus menyebutkan, selama menjalankan surat perintah tersebut, setidaknya ada 8 WP yang telah diperiksa oleh Dicky N Wijaya bersama timnya. Masing-masing, Justus Steak Restaurant, Athmosphere, Jardin Cafe, Paviliun Sunda, Cafe Bali, Rumah Makan Dago Panyawangan, Art Deco Hotel, Massa Cafe, dan Kedai Nyonya Rumah.

“Informasi yang kami terima, dalam pemeriksaan tersebut ada indikasi perbuatan tidak terpuji yang mengarah pada upaya mengambil keuntungan secara pribadi,” katanya.

Menurutnya, idealnya tim verifikasi melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku, alih-alih mendatangi setiap WP yang membuka celah perbuatan tidak terpuji antara pemeriksa dan wajib pajak.

Agus menambahkan, penentuan pemeriksaan WP ini pun terkesan subjektif karena tidak melalui kajian yang memadai. Indikasi ini diperkuat dengan WP yang menjadi ‘binaan’ Dicky N Wijaya sama sekali tidak tersentuh.

“Contohnya, Arion Swiss Hotel, Hotel Grandia, Hotel El Royal, dan lainnya,” tandas Agus.

Terkait itu, Agus berharap Kejati Jabar segera melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas dugaan perbuatan lancung Bapenda Kota Bandung dalam penerimaan pajak daerah.

“Kejati harus segera memeriksa Kepala Bapenda Iskandar Zulkarnain dan staf bidang pajak Dicky N Wijaya. Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas,” ucap Agus.

Menurutnya, Kota Bandung merupakan etalase bagi Provinsi Jawa Barat. Maka, kata Agus, sudah selayaknya indikasi terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan Bapenda Kota Bandung dengan modus menggunakan surat perintah tersebut, ditindaklanjuti dalam frame penyelidikan oleh personil di Pidsus Kejati Jabar. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Check Also

9 Kali Beruntun! Kota Bandung Sabet Juara Umum MTQ Jabar

MATAKOTA, Bandung – Kota Bandung kembali meraih juara umum pada MTQ Jabar ke-37 tahu…