Siapa Bilang Bumerang Cuma Mainan? Ternyata Ada Kejuaraan Dunianya
MATAKOTA II Bandung – Bagi sebagian orang, bumerang mungkin hanya dikenal sebagai benda yang dilempar lalu kembali ke arah pelemparnya. Namun, di balik bentuknya yang sederhana, bumerang ternyata berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki kejuaraan hingga tingkat dunia.
Hal itulah yang mungkin menjadi pengetahuan baru bagi banyak warga ketika World Boomerang Championships 2026 hadir di Kabupaten Bandung. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya, dengan Lanud Sulaeman, Kecamatan Margahayu, menjadi lokasi pertemuan atlet dari 12 negara.
Dalam kejuaraan tersebut, para peserta beradu kemampuan pada nomor ketepatan dan kecepatan. Bukan sekadar melempar benda berbentuk unik, olahraga bumerang membutuhkan teknik, perhitungan, serta konsentrasi agar lemparan dapat mencapai hasil terbaik.
Bagi masyarakat Kabupaten Bandung, kehadiran ajang ini memberikan pengalaman berbeda. Warga tidak hanya melihat pertandingan dari cabang olahraga yang belum banyak dikenal, tetapi juga mendapat gambaran bahwa dunia olahraga memiliki banyak sisi yang mungkin selama ini belum diketahui.
Kepercayaan menjadikan Lanud Sulaeman sebagai arena kejuaraan dunia tentu memiliki cerita tersendiri. Sebuah daerah tidak hanya dinilai dari tempat wisatanya, tetapi juga dari kesiapan menjadi ruang pertemuan berbagai bangsa.
Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara, Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono, mengatakan penyelenggaraan World Boomerang Championships 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Lanud Sulaeman dan Pemerintah Kabupaten Bandung.
“Kegiatan ini menjadi upaya kami untuk mengembangkan olahraga bumerang agar semakin dikenal masyarakat Indonesia, khususnya di Bandung. Kejuaraan dunia ini juga menjadi yang pertama digelar di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik kepercayaan tersebut. Menurutnya, kehadiran atlet dan delegasi dari berbagai negara menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari pariwisata, kuliner, perhotelan hingga UMKM.
“Harapannya mereka tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga mengenal potensi wisata, kuliner, hingga fasilitas yang dimiliki Kabupaten Bandung,” katanya.
Pada akhirnya, kejuaraan ini meninggalkan lebih dari sekadar hasil pertandingan. Banyak warga mungkin baru mengetahui bahwa bumerang telah berkembang menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan hingga tingkat dunia. Menariknya, jejak penyelenggaraan perdananya di Indonesia justru tercatat di Kabupaten Bandung.* Uus MataKota.
Hari Anak Nasional di Kabupaten Bandung, Ruang Belajar, Bermain, dan Berkarya bagi Ribuan Anak
MATAKOTA II Bandung – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Bandung diisi…







