Irigasi Jebol, 10 Rumah Terdampak Longsor di Kutawaringin
MATAKOTA II Bandung — Saluran irigasi jebol sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Air kemudian mengalir deras ke permukiman dan memicu longsor yang berdampak pada 10 rumah. Satu rumah di antaranya terseret.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah air mulai ditangani, warga menutup bagian saluran yang jebol untuk mengurangi derasnya aliran yang mengarah ke permukiman.
Penanganan sementara itu dilakukan bersama para petani. Ratusan petani ikut bergotong royong di lokasi, termasuk membantu mengatasi kerusakan saluran irigasi.
Salah seorang warga sekitar, Riki Alfi (27), mengatakan warga sempat mendapat kabar tentang derasnya air dari arah bawah sebelum mengetahui saluran irigasi mengalami jebol.
“Tabuh opat subuh. Geus ieu téh cenah ti lebak téh warga téh langsung, ‘Euh, éta cai cenah ngabébétkeun.’ Ieu irigasi jebol atuh. Cai ageung,” tutur Riki.
Riki menduga kondisi tanah dan jalan yang sebelumnya kering kemudian diguyur hujan turut memperparah keadaan. Derasnya aliran air dari irigasi membuat satu rumah akhirnya terseret.
“Teu kuat meureun ku cai irigasi jeung ku cai hujan,” katanya.
Penanganan kemudian tidak hanya menyasar saluran air. Dari 10 rumah yang terdampak, dua rumah akan ditangani melalui BAZNAS Kabupaten Bandung, sedangkan delapan lainnya masuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemerintah Kabupaten Bandung.
Lima keluarga mendapat bantuan biaya kontrakan selama tiga bulan. Sementara dua keluarga yang rumahnya berada di sekitar sempadan sungai atau daerah irigasi diminta pindah ke lokasi yang lebih aman.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan penanganan dilakukan secara bersama dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, masyarakat dan unsur terkait. Menurutnya, masing-masing unsur memiliki kewenangan dan aturan anggaran, tetapi kondisi tersebut tidak boleh menghambat penanganan warga.
“Ini dilakukan secara Pentahelix. Karena kondisi anggaran kita masing-masing punya aturan dan kewenangan. Tetapi alhamdulillah, saya melihat kekompakan para petani. Hampir 300 orang sudah melakukan gotong royong untuk penanganan sementara,” ujar Dadang.
Untuk persoalan irigasi, Pemkab Bandung akan mengupayakan penanganan jangka panjang melalui pemerintah pusat. Perbaikan Daerah Irigasi Luwikuya akan dikoordinasikan dengan BBWS Citarum, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum.*Uus MataKota.
Balap Perahu Baheula, Otok Otok Fun Race Akan Hadir di Camp Bukit Sawang
MATAKOTA II Bandung — Ada permainan yang tidak membutuhkan layar, baterai, atau koneksi in…







