Mural Persib dan Pesan Cinta Lingkungan Percantik Arcamanik, Karya Mang Bob Tuai Apresiasi
MATAKOTA II Bandung – Tembok tanggul Sungai Cironggeng di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, kini dihiasi mural bertema Persib Bandung dan pesan kepedulian terhadap lingkungan. Karya tersebut dibuat oleh Bobbi Jaelani (40) atau yang akrab disapa Mang Bob bersama Agus Baso (30).
Mural sepanjang sekitar 35 meter dengan tinggi 1,5 meter itu dikerjakan di halaman rumah Eka Santosa, Arcamanik. Mang Bob merupakan pelukis mural dari Creative Division Viking Persib Club yang dalam proses pengerjaannya berdiskusi mengenai tema lingkungan bersama Jati (A. Diawati Sejati) dan Eka Santosa.

Mang Bob mengatakan pengerjaan mural tersebut hampir selesai dan hanya menyisakan beberapa polesan akhir. Setelah itu, dirinya bersama Agus Baso dijadwalkan berangkat ke Kota Banjar untuk membuat mural di Polres setempat.
“Ya, sudah hampir selesai. Tinggal polesan-polesan akhir. Sedikit kejar tayang karena besok, Kamis, kami harus berangkat ke Kota Banjar untuk menggarap mural di Polres setempat,” ujar Mang Bob.
Saat ditanya mengenai proses pengerjaan, Mang Bob menyebut tidak menemui kendala berarti. Menurutnya, kondisi cuaca yang mendukung turut membantu penyelesaian karya tersebut.
“Alhamdulillah relatif tidak ada hambatan. Kebetulan sekarang musim kemarau. Kalau musim hujan tentu akan lebih repot. Untuk tema mural, kami banyak berdiskusi sekaligus berimprovisasi bersama Teh Jati dan juga Pak Eka Santosa yang memberikan banyak masukan mengenai isu-isu lingkungan yang penting diketahui generasi sekarang,” jelasnya.
Mang Bob dikenal sebagai seniman mural yang pernah menempuh pendidikan di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Ia menilai mural kini mulai menjadi pilihan masyarakat sebagai media visual yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menyampaikan pesan.
Eka Santosa mengapresiasi karya tersebut yang menurutnya lahir dari hasil diskusi bersama Mang Bob dan anaknya, Jati. Ia berharap pesan mencintai lingkungan melalui filosofi Sunda “Indung Langit, Bapa Bumi” semakin dikenal masyarakat.
“Saya terkesan dengan karya Mang Bob yang lahir dari hasil diskusi bersama anak saya, Jati. Bertahun-tahun tembok tanggul sungai ini tampak biasa saja, tetapi mulai malam ini berubah menjadi lebih hidup. Saya berharap pesan mencintai lingkungan melalui filosofi Sunda ‘Indung Langit, Bapa Bumi’ semakin bergema di Kompleks Arcamanik Endah,” ujar Eka Santosa.
Ketua RW 02 Kelurahan Cisaranten Endah, Arcamanik, Novianto, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga Eka Santosa terhadap lingkungan. Ia berharap mural tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperindah kawasan dan meningkatkan kepedulian warga.
Sementara itu, Mang Bob berharap mural tersebut tidak hanya menjadi penghias lingkungan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan, memilah sampah, dan menjaga lingkungan sekitar.*
Sampah Tak Lagi Berakhir di Tempat Pembuangan
MATAKOTA II Bandung – Tempat pemrosesan akhir selama ini identik sebagai lokasi berakhirny…









