Markas PMI Kota Bandung Jalan Aceh (Foto: matakota.com)
Home All News Kasus COVID-19 Melonjak, Stok Plasma Konvalesen PMI Kota Bandung Habis
All News - Regional - 2021-06-19

Kasus COVID-19 Melonjak, Stok Plasma Konvalesen PMI Kota Bandung Habis

MATAKOTA, Bandung – Di tengah pandemi COVID-19, (PMI) Bandung kesulitan untuk mendapatkan plasma darah konvalesen atau darah yang diambil dari pasien COVID-19 yang telah sembuh.

Diungkap Kepala Markas PMI Kota Bandung, Anto Sumardianto, hal ini menyebabkan antrean untuk distribusi plasma konvalesen ke sejumlah rumah sakit yang membutuhkan.

Dia berujar, satu tahun lebih pandemi melanda Indonesia membuat banyak orang membutuhkan stok plasma darah konvalesen. Hal tersebut membuat PMI Kota Bandung kewalahan untuk menyimpan stok plasma darah konvalesen.

Menurutnya, di ruang penyimpanan darah, PMI tidak bisa menyimpan stok darah apapun karena banyaknya permintaan masyarakat. Dalam satu hari sendiri, kata Anto, PMI hanya menerima 30 pendonor plasma darah konvalesen.

Sedangkan yang sudah menunggu sudah ada 267 orang yang membutuhkan plasma darah konvalesen. Sementara jumlah kantong darah yang sudah didistribusikan sebanyak 3.040 plasma konvalesen.

“Dari setelah lebaran terjadi peningkatan, kemarin per hari dari seluruh rumah sakit itu antara 20 per hari makin ke sini makin meningkat, sampai ke sini sampai 34 per hari,” ujarnya, Jumat (18/6/2021).

Banyaknya permintaan membuat plasma darah konvalesen menjadi langka di kota Bandung akibat sedikitnya pendonor yang datang untuk mendonorkan darahnya ke PMI.

Sementara itu Koordinator relawan donor plasma konvalesen PMI Kota Bandung, Hari Bachtiar, mengungkapkan Donor plasma konvalesen umumnya untuk memenuhi kebutuhan terapi penyembuhan bagi orang yang sedang dalam penanganan akibat terinfeksi Covid-19.

“Saya sendiri sebagai penyintas COVID-19 beberapa bulan lalu mendonorkan darah di PMI Kota Bandung,” ujarnya, Sabtu (19/6/2021).

Hari berujar, ada beberapa kriteria penyintas COVID-19 yang bisa melakukan donor plasma konvalesen.

Pertama, individu pernah dirawat di rumah sakit karena terinfeksi COVID-19 dengan gejala sedang atau berat dan memiliki hasil swab RT-PCR positif.

Kemudian, sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dengan surat keterangan sembuh dari dokter.

Kedua, berusia 18-60 tahun. Ketiga, tidak memiliki gejala COVID-19 dalam waktu 14 hari sebelum berdonor.

Keempat, berat badan minimal 55 Kg, diutamakan laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil.

“Adapun bagi penyintas COVID-19 yang ingin donor plasma konvalesen dapat mengunjungi Unit Donor Palang Merah Indonesia (PMI) terdekat atau hotline PMI (022) 4207052,” ucap Hari Bachtiar. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Langka di Pasaran, Ridwan Kamil Imbau Warga Jangan Stok Tabung Oksigen

MATAKOTA, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau masyarakat ya…