Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agustina Piryanti
Home All News Edan! Pejabat KBB ini Bayar Puluhan Juta dari Kocek Pribadi Untuk Honor Aa Umbara
All News - Hukum - 3 weeks ago

Edan! Pejabat KBB ini Bayar Puluhan Juta dari Kocek Pribadi Untuk Honor Aa Umbara

MATAKOTA, Bandung – Sidang lanjutan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) yang menjerat Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna, kembali bergulir di PN Tipikor Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Rabu (1/9/2021).

Pada sidang kali ini, pengakuan mengejutkan diutarakan saksi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Agustina Piryanti.

Dicecar jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemberian uang Rp 35 juta kepada Aa Umbara, Agustina mengakui bahwa uang tersebut berasal dari kocek pribadinya untuk membayar honor Aa Umbara yang menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh dinasnya.

“Itu Pak Bupati menjadi narasumber. Sudah itu saja. Iya (murni honor),” ucap Agustina.

Dia tak menjelaskan alasan pemberian honor kepada Aa Umbara yang menjadi narasumber. Namun, pemberian itu dilakukan dalam beberapa tahapan mulai dari 2019 hingga 2020. Kata dia, honor memang biasa diberikan setiap kali Aa Umbara menjadi narasumber.

“Satu jam di 2019 itu Rp 5 juta, kalau ngisi (acara) dua jam itu Rp 10 juta,” katanya.

Dia mengatakan, setiap uang yang diberikan kepada Aa Umbara, rata-rata tak dibuatkan tanda terima, sebab pemberian itu melalui kantong pribadi.

Sebagai informasi, selain Aa Umbara, kasus korupsi bansos penanganan COVID-19 di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini juga menyeret anak kandung Aa Umbara, Andri Wibawa dan pengusaha ternak ayam M Totoh Gunawan. Keduanya kini berstatus terdakwa dengan berkas terpisah.

Diketahui, Aa Umbara Sutisna dijerat dua dakwaan. Dakwaan pertama, Aa Umbara dituduh telah menjadi pengatur tender pengadaan paket bantuan sosial COVID-19.

Sedangkan di dakwaan kedua, dia didakwa menerima suap Rp 2,4 miliar terkait mutasi, promosi, dan mempertahankan jabatan struktural di Pemkab Bandung Barat.

Aa Umbara dijerat pasal tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Aa Umbara terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 4 tahun serta denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp 1 miliar. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KPK Eksekusi Tomtom dan Kadar Slamet ke LP Sukamiskin

MATAKOTA, Jakarta – Perkara telah berkekuatan hukum tetap, Komisi Pemberantasan Koru…