Cafe dan Tempat Hiburan Nakal Jadi Sasaran DPRD Kota Bandung Dukung Sanksi Segel 14 Hari
Home Pemerintahan Info Covid-19 Cafe dan Tempat Hiburan Nakal Jadi Sasaran, DPRD Kota Bandung Dukung Sanksi Segel 14 Hari
Info Covid-19 - Pemerintahan - 2021-02-20

Cafe dan Tempat Hiburan Nakal Jadi Sasaran, DPRD Kota Bandung Dukung Sanksi Segel 14 Hari

Bandung, matakota.com — Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, mendukung penuh langkah Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung yang akan memperberat sanksi segel selama 14 hari bagi tempat yang melanggar aturan selama pandemi Covid-19.

Dia menilai, pemberian sanksi berat harus bisa langsung dikenakan saat penindakan, sehingga Satgas tak perlu memberi peringatan secara bertahap.

“Tinggal didiskusikan terkait penegakan yang harus tegas, tidak perlu peringatan satu, dua, tiga. Karena kita sudah menjelang memasuki tahun kedua. Penegakan aturannya betul-betul harus serius. Sehingga masyarakat peduli untuk menerapkan protokol kesehatan,” ujar Tedy, usai mengikuti rapat terbatas, Jumat (19/02/2021).

Tedy pun meminta agar sosialisasi terkait ini disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat. Utamanya, pada para pengelola cafe dan tempat hiburan yang selama ini sering melanggar.

“Jangan pernah berhenti, terus berjalan dan terus sempurnakan aturannya. Sekarang betul-betul surat pemberitahuan harus disampaikan secara masif,” tandasnya.

Diungkap Tedy, sebetulnya masyarakat ataupun para pengelola sudah tahu betul terhadap regulasi dari pemerintah. Hanya saja kerap ada yang nakal melanggar meski sudah ditindak berkali-kali.

Tedy menilai, pengetatan segel tempat usaha bandel selama 14 hari cukup mumpuni sebagai ketegasan sanksi bagi para pelanggar aturan.

“Kalau disebutkan denda Rp500 ribu atau disegel. Sekarang ditegaskan jadi ‘dan’. Nanti ini akan disempurnakan,” ujarnya.

Perihal sanksi pencabutan izin operasi, Tedy berharap hal itu sudah melalui pertimbangan yang matang. Yakni tidak mengganggu relaksasi sektor ekonomi, kecuali jika terpaksa diterapkan.

“Kalau sampai ke izin (pencabutan), kita juga harus memikirkan terkait ekonomi,” pungkasnya. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kadisdik Jabar Minta Anak Kembar Siam Tetap Diberikan Pendampingan Pendidikan

MATAKOTA, Bandung — Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) akan menjamin pendi…