Hajat Buruan Cihaneut, Bung Aldi Bicara Peran Pemuda dalam Menjaga Budaya
MATAKOTA II Bandung – Di tengah perubahan zaman, masyarakat Kampung Cihaneut, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, masih menjaga ruang bagi tradisi. Salah satunya melalui Hajat Buruan yang digelar Jumat malam (24/7/2026), sebuah tradisi tahunan yang menjadi ajang kebersamaan warga sekaligus ruang pelestarian seni budaya Sunda.
Rangkaian kegiatan menghadirkan sejumlah kesenian tradisional, di antaranya Tarawangsa Karama yang dipimpin Uwa Ali serta penampilan Gondang sebagai bagian dari rangkaian budaya masyarakat.
Tarawangsa yang merupakan salah satu kesenian tradisional Sunda itu, masih dipertahankan karena memiliki nilai budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Kabupaten Bandung, Kang Cepi, bersama tokoh masyarakat dan warga. Kehadiran berbagai unsur budaya dan kepemudaan itu memperlihatkan bahwa upaya menjaga tradisi dilakukan secara bersama-sama.
Di tengah kegiatan tersebut, Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kecamatan Pasirjambu, Aldi Nurdiansyah atau Bung Aldi, menilai budaya sebagai ruang yang mampu mempertemukan masyarakat dengan generasi muda.

Menurutnya, menjaga budaya bukan hanya menjadi tugas para pelaku seni, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk kalangan pemuda.
“Seni budaya seperti Hajat Buruan adalah bagian dari identitas kita. Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat dan melestarikannya agar tetap hidup serta bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bung Aldi.
Ia menilai pemuda memiliki peran penting agar tradisi yang tumbuh di masyarakat tetap dikenal oleh generasi selanjutnya. Keterlibatan pemuda, menurutnya, tidak hanya dalam organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan budaya.
Momentum tersebut berlangsung berdekatan dengan Hari Lahir KNPI yang diperingati setiap 23 Juli. Bagi organisasi kepemudaan, keterlibatan di tengah masyarakat menjadi salah satu bentuk pengabdian yang tidak selalu hadir dalam ruang formal.
Hajat Buruan Cihaneut menjadi gambaran bahwa budaya tetap bertahan ketika masyarakat masih memiliki kepedulian untuk menjaga dan meneruskannya.* Uus MataKota.
Generator Raksasa Tiba di Patuha, Mobilisasi Berjalan Aman Tanpa Ganggu Aktivitas Warga
MATAKOTA II Bandung – Kedatangan generator utama Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLT…








