1.203 Guru TK Hadiri HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Bandung di Ciwidey
MATAKOTA II Bandung — Di tengah arus gadget yang makin lekat di tangan anak usia dini, ribuan guru taman kanak-kanak di Kabupaten Bandung memilih kembali menoleh pada permainan lama yang mulai perlahan hilang dari keseharian anak-anak.
Sebanyak 1.203 guru TK berkumpul di Villa Komando Ciwidey, Rabu (10/6/2026), dalam peringatan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-76 tingkat Kabupaten Bandung. Pertemuan ini tidak sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang membaca ulang arah pendidikan anak usia dini di tengah perubahan zaman.

Tema kaulinan barudak yang diangkat tahun ini terasa menjadi penanda penting. Di balik panggung kegiatan, ada kegelisahan yang sama tentang bagaimana permainan tradisional semakin tersingkir oleh layar gawai yang kini lebih akrab dengan anak-anak.
Ketua IGTKI Kabupaten Bandung Hj. Ela Nurlaela, S.Sos., menilai kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan ruang konsolidasi nyata para guru TK di lapangan.
“Alhamdulillah dihadiri 1203 guru TK Kita ingin kaulinan barudak ini kembali hidup di tengah anak-anak yang sekarang lebih dekat dengan gadget Harapannya mereka tetap berkarakter berakhlak dan kreatif,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai formalitas tahunan tetapi harus memberi dampak langsung pada proses pendidikan di sekolah dan lingkungan anak.
Di tengah kegiatan tampak momen kebersamaan ketika Ketua IGTKI Kabupaten Bandung bersama Ketua IGRA Kabupaten Bandung berada dalam satu frame kegiatan yang menunjukkan kuatnya kolaborasi antar organisasi pendidikan di lapangan.

Dari tingkat kecamatan Bunda PAUD Ciwidey, Lala Jamilah, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa bangga karena wilayahnya menjadi tuan rumah kegiatan berskala kabupaten ini.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku anak yang kini lebih banyak bersentuhan dengan gadget dibanding permainan tradisional
“Anak sekarang lebih banyak dengan gadget Padahal kaulinan barudak itu penting untuk motorik dan perkembangan mereka Ini yang coba kita hidupkan lagi,” ujarnya

Bunda PAUD Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety, S.Ip., M.Si., turut mengapresiasi peran para guru TK yang selama ini tetap mendampingi tumbuh kembang anak-anak di tengah berbagai keterbatasan.
Dalam sambutannya, Hj. Emma Dety, S.Ip., M.Si., juga berharap jumlah TK negeri di Kabupaten Bandung bisa terus bertambah seiring kebutuhan pendidikan yang semakin besar.

“Saya juga sering menyampaikan kepada Pak Bupati, kalau bisa guru TK negeri ditambah lagi karena sekarang ini sudah menjadi 13 tahun sekolah. Berarti guru negerinya juga harus lebih banyak,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan ada sekolah TK yang dapat bertransformasi menjadi sekolah negeri agar pemerataan pendidikan dan tenaga pendidik bisa lebih baik.
Di akhir sambutannya, Hj. Emma Dety, S.Ip., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru TK di Kabupaten Bandung.
“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan bapak dan ibu guru untuk anak-anak Kabupaten Bandung mendapatkan pahala dari Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Ketua IGRA Kabupaten Bandung, Hj. Ahadiyati Emila, S. Ag., mengapresiasi semangat para pendidik PAUD yang tetap konsisten menjaga kebersamaan dan pengabdian
“Semoga guru guru TK di Kabupaten Bandung tetap kompak semangat dan ikhlas dalam mendidik anak anak,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan usia organisasi, tetapi juga ruang refleksi tentang dua dunia yang berjalan berdampingan dunia permainan tradisional yang perlahan memudar, dan dunia digital yang terus bergerak cepat.

Di antara keduanya guru, TK tetap berada di garis paling depan membentuk karakter anak sejak awal.* Uus MataKota.
RSUD Cimenyan Mulai Dibangun di Perbukitan, Warga Tak Lagi Jauh ke Kota
MATAKOTA II Bandung — Alat berat mulai masuk ke lahan perbukitan di Desa Mekarmanik. Area …









