Semen Kujang Bangkit Lagi, SIG Padukan Heritage Jawa Barat dan Teknologi Modern
MATAKOTA|| BANDUNG – Merek semen yang pernah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat, Semen Kujang, kembali diperkenalkan ke pasar. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghidupkan kembali merek tersebut dengan menggabungkan identitas lokal Jawa Barat dan teknologi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi masa kini.
Kehadiran kembali Semen Kujang tidak hanya membawa kembali nama yang pernah dikenal masyarakat Jawa Barat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi SIG untuk memperkuat penetrasi pasar bahan bangunan di wilayah tersebut.
Semen Kujang memiliki sejarah panjang dalam industri semen nasional. Produk ini tercatat sebagai semen pertama yang diproduksi di Jawa Barat pada 1975.
Sejarahnya berawal dari pendirian PT Semen Cibinong pada 1971 oleh PT Semen Gresik (Persero) bersama Gypsum Carrier dan Bamerical International Financial Corporation. Pembangunan pabrik kemudian dimulai pada 1973 di Narogong, Jawa Barat.
Dua tahun kemudian, pabrik dengan kapasitas produksi 600.000 ton per tahun tersebut diresmikan Presiden Soeharto dan mulai beroperasi menggunakan merek Semen Kujang.
Perjalanan perusahaan berlanjut pada Agustus 1977 ketika PT Semen Cibinong melakukan Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Langkah tersebut menjadikannya sebagai perusahaan pertama yang mencatatkan saham di bursa setelah pasar modal Indonesia kembali diaktifkan.
Kini, setelah melewati perjalanan panjang, Semen Kujang kembali hadir dengan positioning baru. SIG menawarkan produk tersebut sebagai semen berkualitas premium yang mengusung unsur kearifan lokal sekaligus teknologi untuk menghasilkan konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, Semen Kujang memiliki nilai historis yang kuat bagi Jawa Barat sehingga pengembaliannya ke pasar sekaligus menjadi bagian dari transformasi SIG dalam menghadirkan produk dan solusi bahan bangunan yang inovatif.
“Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional,” ujar Indrieffouny dalam konferensi pers peluncuran Semen Kujang di Bandung, Rabu (5/8/2026).
Dari sisi produk, Semen Kujang merupakan semen tipe Portland Composite Cement (PCC) yang mengacu pada SNI 7064:2022. Produk tersebut diproduksi anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Salah satu teknologi yang disematkan adalah Active Micro Particle. Teknologi ini menggunakan butiran mikro yang dirancang untuk mengisi rongga material secara lebih optimal sehingga struktur bangunan menjadi lebih padat, kuat, dan tahan lama.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menyebut teknologi tersebut memberikan sejumlah keunggulan, antara lain daya rekat yang lebih kuat, permukaan finishing yang lebih halus, serta hasil pengecoran yang lebih padat.
“Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga membawa kembali kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah ini,” kata Dicky.
Tak berhenti pada penguatan produk, SIG juga menggandeng PERSIB Bandung dalam kemitraan strategis. Melalui kerja sama tersebut, logo Semen Kujang akan menghiasi jersey resmi PERSIB selama periode kerja sama yang berlangsung tiga musim.
Kolaborasi itu diposisikan sebagai pertemuan dua merek yang memiliki kedekatan historis dan emosional dengan masyarakat Jawa Barat. SIG juga menyiapkan berbagai kegiatan aktivasi merek, program komunitas, serta inisiatif kolaboratif bersama PERSIB di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Dicky mengatakan, kemitraan tersebut diharapkan dapat memperluas kedekatan Semen Kujang dengan masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi kedua pihak.
“PERSIB telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat melalui berbagai prestasi yang menginspirasi. Karena itu, kami merasa bangga dapat menjalin kemitraan strategis bersama PERSIB. Kemitraan Semen Kujang dan PERSIB bukan sekadar bentuk dukungan terhadap klub, tetapi juga representasi komitmen kami untuk terus hadir, tumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Menurut Dicky, Semen Kujang diharapkan kembali menjadi bagian dari perjalanan pembangunan masyarakat Jawa Barat, sekaligus memperoleh ruang lebih luas melalui berbagai kegiatan yang lahir dari kolaborasi dengan PERSIB.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menyambut kemitraan tersebut. Ia melihat terdapat kesamaan nilai antara PERSIB dan Semen Kujang, terutama dalam hal kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat.
“Kami menyambut baik kepercayaan SIG untuk menjalin kemitraan strategis bersama PERSIB selama tiga musim ke depan. PERSIB dan Semen Kujang memiliki kesamaan semangat, yaitu sama-sama tumbuh bersama masyarakat Jawa Barat dan menjadi bagian dari perjalanan daerah ini,” kata Adhitia.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada penguatan kedua merek, tetapi juga dapat mendorong kebanggaan masyarakat terhadap produk dan karya anak bangsa serta ikut berkontribusi terhadap kemajuan Jawa Barat.
Bagi SIG, kembalinya Semen Kujang menjadi kombinasi antara nilai historis dan strategi bisnis. Merek yang pernah menjadi bagian dari awal perkembangan industri semen Jawa Barat itu kini diperkenalkan kembali dengan dukungan teknologi dan jaringan bisnis SIG.
Tentang SIG
SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan 51 persen saham dimiliki Pemerintah Indonesia.
Bertransformasi sejak 2013, SIG kini menjadi penyedia solusi bahan bangunan yang menjangkau pasar Asia, Australia, dan Oceania.
Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, SIG sebagai holding BUMN semen menaungi enam anak usaha produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, dan Thang Long Cement Company di Vietnam.
SIG menyatakan komitmennya menyediakan solusi bahan bangunan dengan prinsip berkelanjutan, termasuk melalui upaya menjaga keanekaragaman hayati dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Tantan Sulthon Bukhawan: Platform Boleh Berubah, Integritas Wartawan Jangan
MATAKOTA ||✓BANDUNG – Perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh wajah industri …








