Demo Tolak PPKM di Balai Kota Bandung 21 Juli 2021 (Foto: Twitter)
Home All News Rame-rame Tolak PPKM, Ratusan Massa Geruduk Balai Kota Bandung
All News - Regional - 2021-07-22

Rame-rame Tolak PPKM, Ratusan Massa Geruduk Balai Kota Bandung

MATAKOTA, Bandung – Ratusan orang menggelar aksi demonstrasi menolak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).

Pantauan wartawan, massa terdiri dari mahasiswa, pelajar, ojek online, dan pedagang. Mereka menggelar aksi tolak PPKM tersebut di Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung. Mereka menilai, pemberlakuan PPKM yang dilakukan mulai dari pusat hingga daerah dianggap tidak berdampak terhadap pengendalian COVID-19 dan malah menyengsarakan masyarakat.

Massa aksi mulai mendatangi Balai Kota Bandung sekitar pukul 12.30 WIB.

Mereka tampak membawa spanduk dan poster berisi protes PPKM Darurat. ‘Bandung sekarat, Wali Kota ngapain? PPKM membuat rakyat melarat’ bunyi pesan dari spanduk yang dibentangkan massa aksi.

Peserta aksi juga tampak membentangkan poster berisi tulisan ‘PPKM (Pelan-pelan Kita Mati)’.

Tak sampai di situ, massa aksi menggelar orasi memprotes penerapan PPKM. Mereka lantas bergemuruh meneriakkan ‘Tolak, tolak, tolak PPKM. Tolak PPKM sekarang juga’.

Para demonstran mengungkapkan PPKM telah merampas hak hidup masyarakat tidak hanya di Ibu Kota tetapi juga di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Bandung. Kebijakan PPKM dianggap mematikan perekonomian di daerah.

Putra (28), salah seorang pedagang di Bandung Electronic Center (BEC) yang mengikuti aksi demonstrasi mengatakan PPKM telah menyengsarakan dirinya karena tidak bisa berjualan selama lebih dari dua pekan.

“Kami sangat dirugikan sebagai pedagang khususnya pedagang BEC. Kontrakan tetap harus dibayar, tidak ada keringanan, apakah ini solusinya? Ada aturan harusnya ada solusi,” ucap dia.

Menurut Putra, langkah pemerintah dan pihak kepolisian menutup jalan telah memutus perekonomian. Akibatnya, istri dan anaknya menderita kelaparan.

“Istri dan anak kami harus makan sementara bapak digaji enak. Penutupan jalan tidak efektif bagi kami,” ujarnya.

Hal senada juga dikeluhkan ojek online. Galih Azka (30) mengaku pendapatannya berkurang lantaran biaya bahan bakar naik daripada biasanya

“Jalan ditutup kita tambah susah. Habis bensin banyak, kalau biasa Rp 20 ribu, sekarang harus keluarin Rp 35 ribu,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah membuka akses jalan agar pendapatannya kembali naik.

“Saat PPKM sehari dapat Rp 32 ribu, padahal biasa bisa sampai Rp 100 ribu lebih,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo telah menegaskan PPKM Darurat akan dilonggarkan hanya jika kasus COVID-19 turun.

PPKM Darurat baru akan dilonggarkan bertahap apabila tren kasus COVID-19 menurun,” tulis Jokowi lewat akun Twitter @jokowi.

PPKM Darurat seharusnya berakhir kemarin, Selasa (20/7/2021). Namun pemerintah melakukan perpanjangan hingga 25 Juli. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

5 SMK di Jabar Presentasikan Kesiapan Menjadi BLUD

MATAKOTA, BANDUNG, — Sebanyak 5 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Barat (Jabar…