Perkuat Pencegahan Stunting, Kemendukbangga Bersama BKKBN Jabar Distribusikan Sedekah Daging Kurban ke Masyarakat
MATAKOTA|| KOTA BANDUNG – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jawa Barat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyaluran Sedekah Hewani daging qurban kepada ratusan keluarga berisiko stunting.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya keluarga berisiko stunting (KRS), Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat menyembelih empat hewan kurban yang terdiri atas dua ekor sapi dan dua ekor domba. Daging kurban tersebut kemudian didistribusikan kepada 400 keluarga berisiko stunting di Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan seluruh hewan kurban merupakan hasil gotong royong dan patungan aparatur sipil negara (ASN) serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Jawa Barat.
“Alhamdulillah, hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruhnya merupakan hasil partisipasi ASN dan Penyuluh KB yang ingin berbagi dengan masyarakat, khususnya keluarga berisiko stunting,” ujar Dadi di sela kegiatan pembagian daging kurban di Gudang Alokon BKKBN, Jalan Margacinta, Kota Bandung, Kamis (28/5/2026).
Menurut Dadi, penyaluran daging kurban tersebut merupakan bagian dari strategi mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi keluarga sasaran.
“Kalau kurban biasanya bersifat individu, tetapi dalam kegiatan BKKBN ini ritualnya kurban, sementara substansinya adalah sedekah. Teman-teman ASN dan penyuluh KB bersedekah untuk membantu keluarga yang berisiko stunting,” katanya.
Ia menjelaskan, protein hewani memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah stunting. Karena itu, distribusi daging kurban dinilai menjadi bentuk intervensi yang tepat bagi keluarga penerima manfaat.
“Biasanya kami memberikan bantuan telur, namun kali ini lebih konkret dalam bentuk daging kurban. Sebab masih banyak keluarga berisiko stunting yang belum memperoleh daging kurban saat Iduladha,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Dadi juga mengungkapkan bahwa Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat tengah mempersiapkan pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) atau Survei Kesehatan Indonesia (SKI) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat provinsi.
Berdasarkan data yang ada, prevalensi stunting di Jawa Barat saat ini berada pada kisaran 12,9 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 10 persen dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami optimistis angka stunting di Jawa Barat dapat terus menurun. Saat ini intervensi yang dilakukan sudah lebih terukur karena berbasis by name by address sehingga sasaran bantuan lebih tepat,” jelasnya.
Dadi menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar wilayah-wilayah lokus stunting di Jawa Barat mulai menunjukkan hasil positif, terutama di kawasan Bandung Raya.
Saat ini, jumlah penerima manfaat Program MBG 3B di Jawa Barat telah mencapai sekitar 1,4 juta orang. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting.
“Penurunan stunting di Bandung Raya cukup baik, sekitar 10 persen. Mudah-mudahan hasil survei mendatang juga menunjukkan penurunan yang signifikan,” pungkasnya.
BRI Group Salurkan Lebih dari 5.000 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H
MATAKOTA || Jakarta, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan…







