Ilustrasi pelaku kriminal pungli di Pasar Induk Caringin Bandung (
Home All News Oded Geram, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Pungli di Pasar Induk Caringin Bandung
All News - Hukum - 2021-08-17

Oded Geram, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Pungli di Pasar Induk Caringin Bandung

MATAKOTA, Bandung – Geram! Wali Kota Oded M Danial meminta, agar aparat menindak tegas kasus pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum polisi, petugas keamanan pasar, dan preman di Pasar Induk Caringin Bandung.

Orang nomer satu di Kota Bandung itu mewanti-wanti dan meminta agar kejadian pungli di Pasar Induk Caringin tersebut, tidak terulang pada pasar lainnya yang dikelola Perumda Pasar Juara.

“Ya saya berharap, gini aja kalau itu sudah muncul ke publik saya harap itu diselesaikan secara perundang-undangan,” ujar Oded, usai mengikuti acara pidato kenegaraan dari Presiden Jokowi di DPRD Bandung, Senin (16/8/2021).

Oded pun meminta agar aparat secepatnya memproses hukum para oknum yang diduga terlibat. Selain itu, Oded meminta agar seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Juara tidak melakukan tindakan serupa.

“Saya berharap untuk pasar milik pemkot, 37 pasar pak dirut dan jajaran harus mengambil pelajaran,” katanya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh unggahan seorang sopir kontainer yang menjadi korban pungli saat hendak memasuki dan keluar dari kawasan Pasar Induk Caringin Bandung.

Akun milik Angga Dinata membeberkan bahwa harus mengeluarkan uang kurang lebih sebanyak Rp 1 juta untuk petugas keamanan, preman pasar dan oknum polisi.

Angga membagikan pengalamannya menjadi korban pungli di media sosial Facebook.

“Saya masuk ke pintu pertama pasar Induk Caringin diminta uang parkir Rp 415.000, pintu masuk kedua diminta lagi Rp 270 ribu. Pas bongkar (barang) tiba-tiba ada polisi datang minta ke saya Rp 100 ribu, bilangnya uang chas apalah saya tidak tahu,” tulisnya di media sosial Facebook.

Ia pun mengaku sempat berselisih dengan oknum polisi tersebut saat dimintai sejumlah uang. Namun, oknum polisi tersebut mengancam akan menahan surat-surat kendaraannya hingga ia terpaksa memberikan uang.

“Mau tidak mau saya laporan sama yang punya toko, dikasihlah Rp 100 ribu. Polisi mah harusnya mengayomi masyarakat, bukan kaya jagoan pasar, ngetok-ngetok mobil minta uang,” paparnya.

Setelah kejadian itu dan sudah menurunkan barang, ia pun didatangi petugas keamanan pasar dan dimintai sejumlah uang sebesar Rp 50 ribu. Angga mengaku kesal dengan banyaknya pungli di Pasar Induk Caringin Kota Bandung.

“Tolong Pak Ridwan Kamil diusut masalah ini, bukan saya saja yang kena, yang lain juga kena. Tidak hanya saya, sopir lainnya diduga juga dimintai uang kurang lebih Rp 1 juta agar bisa masuk ke pasar,” ucap Angga.

Terbaru, Ssebanyak 13 orang ditangkap polisi terkait kasus pungutan liar (pungli) di Pasar Induk Caringin, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (16/8/2021). Satu dari 13 pelaku di antaranya merupakan oknum polisi.

Wakapolrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, setelah aksi pungli di Pasar Induk Caringin Bandung viral di media sosial, petugas telah mengamankan para pelaku.

Bahkan, AKBP M Yoris turun langsung memimpin operasi penangkapan tersebut pada Minggu (15/8/2021) malam.

“Kami melakukan pengembangan. Saya sebagai wakapolres, turun ke lokasi. Benar apa yang ada di medsos. Sopir truk bisa mengeluarkan uang Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu,” kata dia, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (16/8/2021).

AKBP M Yoris Maulana menyatakan, polisi yang diduga melakukan pungli pun sudah diamankan.

“Wakapolrestabes atas perintah kapolres (Kombes Pol Aswin Sipayung), langsung mengamankan Aiptu B, anggota polsek. (Aiptu B) mengakui meminta uang Rp100.000. Ngakunya sekali itu saja (melakukan pungli). Sudah diamankan dan dimutasi ke propam untuk pemeriksaan,” ujar AKBP M Yoris Maulana. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KPK Eksekusi Tomtom dan Kadar Slamet ke LP Sukamiskin

MATAKOTA, Jakarta – Perkara telah berkekuatan hukum tetap, Komisi Pemberantasan Koru…