IMG 20220214 WA0008
Home All News Mesin Parkir Terbengkalai, DPRD Kota Bandung Kritik Kinerja Dishub
All News - Parlemen - 2022-02-15

Mesin Parkir Terbengkalai, DPRD Kota Bandung Kritik Kinerja Dishub

MATAKOTA, Bandung – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung Agus Gunawan menegaskan, pengelolaan parkir harus mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.

Hal itu diungkapkan Agus saat menjadi pembicara tamu dalam talk show bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, di program Radio Parlemen, Radio El Shinta Bandung 89.3 FM dengan tema “Menyoroti Pengelolaan Parkir di Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

“Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang paling diminati wisatawan dari luar daerah termasuk mancanegara, khususnya setiap weekend. Dengan asumsi banyaknya kendaraan bermotor yang dibawa para wisatawan, maka kondisi harus mampu dimanfaatkan menjadi sektor pendapatan yang dapat menyumbang PAD bagi Kota Bandung,” ujarnya.

Agus menilai, tidak optimalnya pengelolaan parkir di Kota Bandung berdampak pada tidak tercapainya target pendapatan retribusi pelayanan parkir di UPT Parkir Dishub Kota Bandung pada tahun 2021.

Menurutnya, dari target sebesar Rp 25,3 miliar, yang mampu terealisasi hanya Rp 6 miliar atau 23,95 persen.

Agus bilang, kondisi ini diakibatkan oleh terjadinya loss potensi atau kebocoran pendapatan yang cukup besar, di mana seharusnya potensi tersebut mampu menjadi penghasil dan masuk ke PAD.

Agus pun mendorong agar evaluasi terkait optimalisasi retribusi pelayanan parkir segera dilakukan, guna mengurangi bahkan mencegah terjadinya kebocoran potensi pendapatan dari sektor pelayanan parkir, yang salah satunya diakibatkan oleh maraknya aktivitas juru parkir liar.

“Keberadaan juru parkir liar ini memang menjadi salah satu penyebab terjadinya kebocoran potensi pendapatan dari retribusi pelayanan parkir, maka diperlukan kerja keras yang lebih dari Dishub untuk dapat melakukan pembinaan dan optimalisasi fungsi pengawasan, agar pelayanan parkir di Kota Bandung menjadi prima,” ucapnya.

Ditambahkan Agus, dengan kemajuan teknologi informasi saat ini pihaknya meminta Dishub melakukan inovasi dan kreasi sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan parkir.

“Sekaligus, mengatasi persoalan kurangnya jumlah SDM pengawasan di lapangan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Agus pun menyoroti terkait fungsi dan keberadaan mesin parkir yang belum termanfaatkan secara optimal, akibat kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

“Kurang optimalnya keberadaan dan fungsi mesin parkir ini dikarenakan kurang optimalnya upaya sosialisasi yang dilakukan oleh Dishub. Jangankan masyarakat, saya pun tidak mengetahui bagaimana cara mengoperasikan mesin parkir ini,” ujarnya. *****

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Check Also

Sempat Terpuruk, Toko Oleh-Oleh Haji dan Umrah Kembali Menggeliat

MATAKOTA, Bandung – Pemberangkatan jemaah haji Indonesia yang sempat ditutup sampai …