Mahasiswa Papua Gelar Aksi di Depan Gedung Merdeka Bandung
MATAKOTA II Bandung — Sekitar 40 mahasiswa dan pelajar Papua menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (15/8/2026) sore.
Aksi digelar Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bandung (AMP KKB) bersama Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Lanny Jaya (HIPMA-LANI). Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka nilai masih dihadapi masyarakat Papua.
Massa membawa spanduk, poster dan bendera AMP. Isu yang disuarakan antara lain penolakan terhadap militerisasi, rasisme, persoalan hak asasi manusia, tanah adat serta proyek strategis nasional di Papua.
Dalam pernyataan sikapnya, massa menyampaikan delapan tuntutan. Di antaranya meminta hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua, menghentikan dan mencabut izin proyek strategis nasional di Papua, menarik militer organik dan non-organik, serta mengusut dugaan pelanggaran HAM.

Mereka juga meminta penghentian rasisme dan politik rasial terhadap masyarakat Papua serta membuka akses jurnalis nasional dan internasional seluas-luasnya di seluruh wilayah Papua.
Dalam orasi yang disampaikan bergantian, peserta aksi turut menyinggung Perjanjian New York 1962 dan pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat atau Pepera 1969. Bagi massa, rangkaian sejarah tersebut masih berkaitan dengan persoalan yang mereka suarakan hingga saat ini.
Peserta aksi juga mengangkat kembali peristiwa rasisme terhadap mahasiswa Papua pada Agustus 2019. Mereka mengaitkannya dengan kondisi Papua saat ini, termasuk konflik bersenjata, pengungsian masyarakat sipil, persoalan tanah adat dan pembangunan proyek berskala besar.
Sejumlah data mengenai korban, pengungsian dan situasi keamanan Papua turut disampaikan dalam orasi. Data tersebut menjadi bagian dari materi dan argumentasi yang disampaikan massa dalam aksi.
Aksi dimulai sekitar pukul 15.50 WIB. Setelah melakukan orasi secara bergantian, massa beristirahat sejenak sebelum kembali menyampaikan orasi dan membacakan pernyataan sikap sekitar pukul 17.39 WIB.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.56 WIB. Sekitar pukul 18.05 WIB, massa membubarkan diri. Berdasarkan keterangan kegiatan, seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan kondusif serta tidak ditemukan gangguan ketertiban umum.
Aksi tersebut menjadi catatan penyampaian aspirasi mahasiswa dan pelajar Papua di Bandung pada momentum 15 Agustus 2026, dengan isu utama sejarah Papua, rasisme, HAM, militerisasi, tanah adat dan kebijakan pembangunan di Papua.*
Raih Satu Juta Jam Kerja Selamat, PLTP Patuha Unit 2 Torehkan Prestasi di Tengah Konstruksi
MATAKOTA II Bandung – Satu juta jam kerja selamat berhasil dicapai dalam pembangunan Pemba…









