20211116 101206
Home All News KPP DPRD Jabar Minta Warga Jaga Lingkungan dan Resapan Air
All News - Parlemen - 2 weeks ago

KPP DPRD Jabar Minta Warga Jaga Lingkungan dan Resapan Air

MATAKOTA, Bandung – Ketua KPP DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ineu Purwadewi Sundari meminta warga tidak lagi menanam sayuran di area rawan bencana. Para warga disarankan Ineu untuk menanam pohon besar sebagai bentuk menjaga lingkungan dan menjadi resapan air.

“Karena ini tidak hanya hujan dan banjir tapi bisa memungkinkan terjadinya longsor,” kata Ineu, usai meninjau lokasi bencana di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, kondisi lahan perkebunan yang ditanami sayuran dinilai rawan bencana. Atas dasar hal tersebut, dirinya meminta warga setempat tetap waspada dan tentunya harus menjaga lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya berharap tidak melebar ke mana-mana, sudah cukup, dan semua karena curah hujan yang tidak berhenti sejak pagi,” tuturnya.

Ineu meminta anggota KPP DPRD Jabar yang turut hadir agar menyampaikan permasalahan yang ada di lapangan kepada mitra-mitra komisi, Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten. Sehingga, kata Ineu, pihak terkait bisa menindaklanjuti warga yang tertimpa musibah agar segera dievakuasi dari tempat yang rawan bencana.

“Tujuh rumah yang memang sudah tidak layak huni semoga segera ada tindak lanjut,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Neglawangi, Tanti Setiawati berterima kasih kepada KPP Jabar yang memberikan bantuan bagi warga terdampak. Sebab, baru kali ini pihaknya mendapatkan bantuan dengan jumlah yang cukup banyak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu korban bencana alam,” kata Tanti.

Ditambahkan Tanti, area rawan bencana tersebut ke depannya akan usulkan untuk direlokasi. Pasalnya, daerah tersebut memang hampir setiap tahun dilanda bencana.

Akan tetapi, pihaknya akan menyampaikan ke Kepala Desa Neglawangi yang saat ini tengah mengikuti pelatihan. Kemudian, kepala desa akan berkoordinasi dengan pihak administrasi desa terlebih dahulu untuk menentukan area relokasi pemukiman warga.

Sebelumnya, pada Sabtu (6/11/2021), 15 rumah dan 15 KK di area PTPN VIII di Dusun Papandayan, Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung dihantam banjir bandang. Akibatnya, tujuh rumah warga dinyatakan tidak layak huni. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

DPRD Kota Bandung Minta BPBD Diatur Perda

MATAKOTA, Bandung — Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan Bah…