KONI Kota Bandung Usulkan Tambahan Anggaran Hadapi Porprov 2026
MATAKOTA || Bandung, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung mengusulkan penambahan anggaran hibah melalui mekanisme Perubahan APBD 2026. Tambahan anggaran tersebut diproyeksikan untuk memperkuat pembinaan atlet sebagai modal utama menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Cristian Yulianto Budiman mengatakan anggaran hibah yang diterima KONI Kota Bandung tahun ini sebesar Rp 35 miliar. Menyitir ucapan Ketua KONI Kota Bandung Nuryadi, disebutnya anggaran hibah itu sudah tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov Jabar 2026.
Besarnya potensi atlet Kota Bandung dinilai harus diimbangi dengan dukungan anggaran yang lebih realistis, hal itu lanjut Cris, menjadi topik bahasan dalam audiensi antara KONI Kota Bandung dengan Komisi IV DPRD Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. 
“Anggaran KONI pada APBD Kota Bandung tahun ini sekitar Rp 35 miliar. Dengan jumlah cabang olahraga yang begitu banyak, tentu masih jauh dari kebutuhan ideal. Karena itu pada Perubahan APBD 2026 KONI akan mengusulkan penambahan anggaran. Harapannya bisa mencapai seperti tahun lalu sekitar Rp 50 miliar agar pembinaan atlet bisa dilakukan secara maksimal,” ujar politisi PSI ini, saat ditemui diruang pribadi anggota dewan usai audiensi bersama KONI Kota Bandung.
Menurut Cris, tambahan anggaran bukan sekadar untuk membiayai operasional organisasi, melainkan guna capaian prestasi olahraga Kota Bandung. Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet, mendukung program pemusatan latihan, serta memenuhi berbagai kebutuhan persiapan menuju Porprov Jabar 2026.
Target tambahan anggaran juga tidak lepas dari ambisi KONI Kota Bandung memperbaiki capaian prestasi pada Porprov Jabar mendatang.
“KONI Kota Bandung membidik posisi lebih baik pada Porprov mendatang dengan persiapan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan,” ujarnya.
Ditegaskan Cristian Yulianto Budiman, sejatinya audiensi KONI Kota Bandung yang meminta dukungan DPRD Kota Bandung melalui Komisi IV itu, adalah meminta Pemerintah Kota Bandung menambah anggaran hibah untuk persiapan menghadapi Porprov Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Dari kalender event itu, ungkap Cris terdapat dua tugas besar yang harus dipersiapkan KONI Kota Bandung. Pertama mempersiapkan kontingen Kota Bandung agar mampu bersaing dalam perebutan prestasi, sedangkan tugas kedua berkaitan dengan tanggung jawab sebagai tuan rumah enam cabang olahraga yang pelaksanaannya tersebar di sejumlah lokasi.
Dari paparan KONI diketahui jumlah lokasi pertandingan yang harus dipersiapkan sekitar 15 lokasi. Venue tersebut tersebar mulai dari kawasan Pangandaran hingga wilayah Jawa Barat bagian barat, sehingga kebutuhan pembiayaan menjadi semakin besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Berbicara venue, bukan hanya enam lokasi. Dengan tambahan nomor pertandingan dan cabang olahraga, lokasi pelaksanaan menjadi sekitar 15. Mulai dari Pangandaran sampai wilayah barat. Ini tentu menjadi beban baru buat KONI Kota Bandung,” kata Cris.
Dengan demikian otomatis kebutuhan anggaran juga meningkat. Bila dibandingkan anggaran hibah tahun ini yang mencapai Rp 35 miliar sebenarnya lebih kecil dari anggaran hibah tahun lalu sekira Rp50 miliar, yang terdiri dari Rp40 miliar ditambah Rp10 miliar, dengan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang lebih sedikit.
“Sekarang ada tambahan nomor pertandingan yang cukup banyak. Karena itu KONI Kota Bandung membutuhkan dukungan untuk penambahan anggaran melalui APBD Perubahan,” tutur Cris, yang juga anggota Bangar DPRD Kota Bandung ini.
Menyoal besaran tambahan anggaran hibah Cris menegaskan belum ada angka pasti. Ini kan baru usulan dan prosesnya harus masuk dalam pembahasan dewan serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebijakan efisiensi yang sedang berjalan.
“Belum ada angka pasti. Yang jelas, baru usulan yang harus dibahas dulu di Bangar. Bahkan KONI harus memahami kondisi efisiensi. Bisa saja nanti diundang untuk verifikasi guna menentukan kebutuhan yang paling tepat,” pungkasnya.*
Forum Nya’ah ka Bandung Soroti Pembagian Peran Wali Kota-Wakil Wali Kota, Minta Berpedoman pada UU
MATAKOTA|| BANDUNG – Forum Nya’ah ka Bandung menyoroti dinamika hubungan kerja antara Wali…






