Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat H. Mirza Agam Gumay, SM.Hk (foto:ist)
Home All News Komisi I DPRD Jabar Dorong Pemprov Perbanyak Titik WiFi Gratis di Tempat Pelayanan Publik
All News - Parlemen - 2021-06-18

Komisi I DPRD Jabar Dorong Pemprov Perbanyak Titik WiFi Gratis di Tempat Pelayanan Publik

MATAKOTA, Bandung – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Mirza Agam Gumay, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menambah titik spot Wireless Fidelity (WiFi) khususnya di tempat pelayanan publik.

Dia berujar, hal tersebut bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi khususnya yang berkaitan dengan program Pemprov Jabar.

“Titik-titik yang diakses publik atau di tempat masyarakat kumpul kira-kira ada dengan judul Jabar Juara. Itu perlu diperbanyak, di titik-titik tempat umum. Sehingga masyarakat tidak khawatir lagi kalau kuotanya habis, bisa mengakses WiFi gratis tadi,” ucapnya, belum lama ini.

Menurutnya, melalui program WiFi Gratis di berbagai tempat pelayanan publik, sangat membantu masyarakat untuk mengetahui program-program yang telah dilakukan maupun akan dilakukan oleh Pemprov Jabar.

“Dengan hadirnya akses internet gratis tersebut, tentunya masyarakat diharapkan bisa lebih mengetahui program-program Pemprov Jabar, dan sebagainya. Tak hanya itu, masyarakat pun serta dapat mengetahui capaian program Jabar Juara Lahir Batin yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jabar selama ini,” ucap dia.

“Tentu akses informasi yang dikedepankan terlebih dahulu adalah seputar program-program Pemprov Jabar,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat mencatat ada 1000 titik area yang tidak terjangkau signal atau blank spot sehingga menghambat proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Jabar.

Kepala Diskominfo Jabar, Setiaji mengatakan, permasalahan blank spot tersebut menjadi salah satu fokus Diskominfo dalam mengoptimalkan perkembangan internet di daerah. Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya akan merubah model hubungan internet dari titik menjadi kawasan atau wilayah.

“1.000 titik blank spot. Tahun depan, kami akan merubah model pendekatan hubungan internetnya. Jadi kalau yang model titik itu hanya wilayah tersebut saya yang dapat. Dengan konsep kawasan bukan titik lagi,” kata Setiaji. (ADV/DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Awas Raib! Dewan Minta Pemkot Bandung Benahi Aset PD Kebersihan

MATAKOTA, Bandung  –  Anggota DPRD Folmer S. Silalahi meminta Pemerintah Kota (Pemko…