Home All News Kenapa Pohon Ditebang di Tengah Kepedulian Lingkungan? Ini Jawaban dari Pasirjambu
All News - 2026-07-19

Kenapa Pohon Ditebang di Tengah Kepedulian Lingkungan? Ini Jawaban dari Pasirjambu

MATAKOTA II Bandung – Penebangan sejumlah pohon di Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, sempat memunculkan pertanyaan. Ketika kepedulian terhadap lingkungan terus disuarakan, pemanfaatan beberapa pohon justru terjadi. Namun, dari hasil penelusuran di lapangan, terdapat alasan lain di balik kegiatan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/7/2026). Dari keterangan yang dihimpun, kayu hasil penebangan tersebut akan digunakan untuk membantu kebutuhan pembangunan rumah salah seorang warga di Kampung Papak Manggu, Desa Cibodas, yang membutuhkan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Di lokasi, Koswara menjelaskan, kebutuhan material pembangunan rumah warga tersebut masih membutuhkan tambahan. Karena itu, masyarakat kemudian meminta bantuan kepada Eyang Memet untuk membantu menyediakan kebutuhan kayu.

Lebih lanjut, Koswara yang diketahui Ustadz sekaligus DKM Masjid Nurul Iman itu mengatakan, proses penebangan dilakukan melalui komunikasi bersama pihak terkait. Kegiatan tersebut melibatkan Ikatan Remaja Masjid (IRMAS), Karang Taruna Papak Manggu, serta warga yang ikut membantu proses penebangan hingga kayu dibawa untuk kebutuhan pembangunan.

Ustadz Koswara bersama warga/karang taruna saat kegiatan.

Ia menegaskan, pemanfaatan pohon tersebut dilakukan dengan tujuan yang jelas untuk membantu warga yang membutuhkan dan bukan merupakan penebangan tanpa alasan.

Untuk memastikan informasi tersebut, keterangan kemudian dikonfirmasi kepada pihak lain yang terlibat. Ketua Karang Taruna Papak Manggu, Nendi Rustiandi, membenarkan keterlibatan pemuda dan warga dalam kegiatan tersebut.

Sementara Ketua RT 03 RW 14, Teten Haryanto, mengatakan kayu tersebut akan diperuntukkan bagi pembangunan rumah Mak Epon, warga yang membutuhkan perbaikan rumah. Ia menyebut kegiatan tersebut berjalan melalui gotong royong masyarakat.

Konfirmasi juga dilakukan kepada Eyang Memet, Ketua Yayasan Panata Giri Raharja, yang bernama lengkap Memet Achmad Surachman.

Ia membenarkan sekitar enam hingga tujuh pohon dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kayu pembangunan rumah warga. Menurutnya, keputusan tersebut dilakukan setelah adanya komunikasi dengan masyarakat, DKM, dan Karang Taruna serta memiliki tujuan yang jelas.

“Sekarang masyarakat sudah lebih peduli. Ketika melihat ada penebangan pohon, mereka tentu ingin tahu apa tujuannya,” ujar Eyang Memet, saat ditemui di lokasi pembibitan pohon yang dikelolanya.

Menurut Eyang, pohon yang dimanfaatkan tersebut merupakan pohon yang sebelumnya ditanam di lahan milik Desa Cibodas. Menurutnya, pohon yang ditanam dan dirawat tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat ketika dibutuhkan.

Eyang Memet di lokasi pembibitan saat memberikan keterangan.

Ia menegaskan, pemanfaatan pohon tetap harus disertai tanggung jawab. Setelah sekitar tujuh pohon digunakan, kami berkomitmen pada musim penghujan nanti akan menanam sekitar 70 pohon, dan itu akan kami lakukan.

Eyang Memet berharap apa yang dilakukan masyarakat itu dapat menjadi inspirasi bahwa lahan desa juga bisa memberi manfaat bagi warga ketika dibutuhkan. Menurutnya, setiap pemanfaatan pohon harus diimbangi dengan penanaman kembali sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.* UusMataKota. 

Check Also

245 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Kabupaten Bandung, Sosialisasi ke Masyarakat Terus Berjalan

MATAKOTA II Bandung – Sebanyak 245 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah terben…