2 92 e1607168623836
Home All News DPRD Jabar Sambangi Jembatan Gantung Leuwigajah, Ada Apa?
All News - Parlemen - 2 weeks ago

DPRD Jabar Sambangi Jembatan Gantung Leuwigajah, Ada Apa?

MATAKOTA, Bandung – Pembangunan Jembatan Leuwigajah, Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), diproyeksikan untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Terkait hal itu, Komisi IV DPRD Jabar, menilai penting keberadaan jembatan tersebut. Mereka ingin memastikan anggaran yang digelontorkan terserap dengan baik dan maksimal.

“Serta ingin memastikan juga proyek tersebut bisa selesai pada tahun ini,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Tetep Abdulatip, saat meninjau pembangunan jembatan, di Leuwigajah Cimahi, baru-baru ini.

“Jadi kami melihat spot aja, memastikan anggaran yang tahun 2021 terkait pembangunan jembatan itu untuk agar mengurangi kemacetan di Leuwigajah. Memang anggaran nya itu dua kali anggaran periode 2020 itu konstruksi dibawahnya, kemudian yang 2021 itu bangunan jembatan atasnya dan angka yang disediakan sebenarnya delapan miliaran, tapi kemudian lelang hanya tujuh miliaran. Jadi ada sisa lelang, kita memastikan aja bisa selesai tahun ini atau tidak,” imbuhnya, menambahkan.

Tetep mengatakan, dari hasil peninjauannya proyek pembangunan jembatan tersebut sudah hampir rampung. Ia berharap, dapat segera difungsikan agar kemacetan di kawasan Leuwigajah dapat teratasi.

“Tadi dilihat sepertinya sudah hampir selesai sehingga akhir tahun itu ya insyaallah bisa dipakai, atau awal tahun bisa dipakai lancar dan bisa mengurangi kemacetan,” katanya.

Namun, menurut Tetep, ada beberapa evaluasi pada proyek pembangunan jembatan tersebut seperti anggaran pendukung bagi pengerjaan gorong-gorong serta kirmir yang seharusnya masuk dalam anggaran besar proyek pembangunan jembatan yang tidak dipisahkan.

“Ya evaluasi nya memang kita punya banyak kebutuhan bukan hanya program yang anggaran nya besar seperti itu, tapi ada penataan yang ringan kecil-kecil,” ucapnya.

Proyek yang kecil itu, kata dia, tidak termasuk yang dianggarkan. Misalnya perbaikan gorong-gorong dan kirmirnya.

“Padahal itu bisa selesai dengan angka yang hanya Rp 100 atau Rp150 atau Rp 200 juta yang paling besar, tapi itu tidak sempat dianggarkan,” katanya.
Tetep berharap, bagi program pembangunan lainnya, anggaran pendukung lainnya dapat lebih dioptimalkan kembali, sehingga menjadi satu kesatuan anggaran dalam sebuah pembangunan proyek besar.

“Kita berharap anggaran yang kecil kecil tadi dibuat rancangannya, dan bukan hanya proyek itu tapi proyek-proyek yang lain juga gitu. Itu mohon di inventarisir dan dibuat program nya,” ucap Tetep. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

DPRD Kota Bandung Minta BPBD Diatur Perda

MATAKOTA, Bandung — Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan Bah…