Home All News DPKP3 Kota Bandung Kelebihan Bayar 3,5 Miliar, MGP Soroti Pembanguan Rumah Deret Tamansari
All News - Hukum - 2022-11-13

DPKP3 Kota Bandung Kelebihan Bayar 3,5 Miliar, MGP Soroti Pembanguan Rumah Deret Tamansari

MATAKOTA, Bandung, — Pembangunan Rumah Deret Tamansari Kota Bandung diduga banyak menimbulkan permasalahan, dimana Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung dan pihak kotraktor PT Global Karya Sejahtera Raya (GKSR) diduga ada permainan.

Contohnya, saat ini pembangunan rumah deret Tamansari memasuki tahap III pelaksananya PT GKSR. Sementara pembangunan tahap II juga dilaksanakan oleh PT yang sama.

Selain itu, berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2021, pembangunan Rumah Deret Tamansari tahap II yang dilaksanakan oleh PT GKSR terindikasi terjadi Kolusi, Korupsi dan Nepotisme atau KKN, yang mana pada pembangunan tahap kedua tersebut terjadi kelebihan pembayaran dari DPKP3 Kota Bandung kepada PT GKSR senilai Rp3,5 miliar lebih.

“Kami juga mengindikasikan perusahaan pemenang tender rumah deret yang bernilai Rp21 miliar lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung tahun 2022 tersebut, diduga telah melakukan persekongkolan dengan pihak DPKP3 Kota Bandung,” ungkap Agus Satria, Kabiro Investigasi Manggala Garuda Putih (MGP), Minggu (13/11/2022).

Agus juga menyampaikan, dugaan ini, karena ada seorang oknum ASN (apartur sipil negara, red) DPKP3 yang kerap melakukan pengkondisian, rata-rata perusahaan yang dipakai adalah perusahaan luar Kota Bandung yang sudah memiliki kedekatan khusus dengannya.

“Contohnya tidak sedikit pihak pengusaha yang hendak bertemu dengan oknum tersebut mendapatkan kesulitan untuk bertemu, dengan alasan rapat atau lainnya,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, satu kegiatan yang dilarang dalam penyelenggaraan persaingan usaha yang sehat yaitu Persekongkolan dalam Tender. Salah satu bentuk praktek persaingan usaha yang dilarang dengan ancaman pidana dalam Pasal 48 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1999 berupa denda serendah-rendahnya Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar Rupiah) dan setinggi-tingginya Rp 25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar Rupiah), atau kurungan pengganti denda selama-lamanya 5 (lima) bulan.

“Bila hal ini benar-benar terjadi di tubuh DPKP3, maka kami Manggala Garuda Putih tak segan-segan untuk melaporkan ke pihak kejaksaan, dengan maksud tujuan agar DPKP3 lebih baik kedepannya,” pungkas Agus.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot Bandung) menargetkan pembangunan Lembur Sunda Kiwari atau Rumah Deret Tamansari diperkirakan rampung tahun depan. Saat ini, pembangunan Rumah Deret Tamansari masih dalam proses tahap ketiga.

“Tower A dan C pembangunan diperkirakan selesai tahun 2023, ada masjid juga bisa selesai. Saat ini sudah 90 persen,” kata Kepala Bidang Perumahan, DPKP3 Kota Bandung, Nunun Yanuati kepada Humas Bandung dalam Podcast Ngariung, Selasa 8 Oktober 2022 lalu.

Target dari rumah deret Tamansari ini akan dibangun sekitar 400 unit untuk hunian sekitar 400 KK.

“Progres pembangunan tower A dan C sudah mencapai 90 persen sekitar 191 unit. Sisanya dari blok B dan D ada tambahan 200an unit. Totalnya diperkirakan ada total 400 unit untuk 400 KK,” katanya. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Heboh Dugaan Penyalahgunaan Dana Obat Vaksin di Kuningan

MATAKOTA || Bandung, — Pengadaan obat-obatan, dan vaksin di Kabupaten Kuningan didug…