Home All News Bantaran Sungai Terkikis, Warga Desa Kopo Kutawaringin Harapkan Penanganan Pemerintah
All News - Berita - Nasional - Pemerintahan - Public - 2026-10-20

Bantaran Sungai Terkikis, Warga Desa Kopo Kutawaringin Harapkan Penanganan Pemerintah

MATAKOTA II Bandung — Warga Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, melakukan normalisasi anak Sungai Ciwidey di wilayah DAS Citarum, Jawa Barat, untuk mengantisipasi banjir dan longsor.

Kegiatan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap penggerusan bantaran sungai yang mengancam lahan dan permukiman.

Warga Desa Kopo melakukan normalisasi anak Sungai Ciwidey melalui swadaya dana sebagai upaya mengantisipasi banjir dan longsor. Masyarakat berharap upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah agar penanganan sungai bisa dilakukan lebih menyeluruh.

Saat berada di lokasi normalisasi sungai, Selasa (20/10/2026), Ketua RW 11 Desa Kopo, Prama Firmansah, menyampaikan keresahan warga terkait banjir saat musim hujan, penggerusan bantaran, serta kondisi jembatan di sekitar aliran sungai.

Ketua RW 11 Desa Kopo, Prama Firmansah.

“Warga berupaya melakukan normalisasi secara swadaya untuk mengurangi risiko banjir. Kami berharap ada dukungan pemerintah agar penanganan sungai bisa dilakukan lebih menyeluruh,” ujar Prama.

Upaya warga tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menginginkan kondisi sungai mendapat penanganan lebih menyeluruh. Kepala Desa Kopo, Abah Entang Suryana, mengatakan normalisasi telah berlangsung selama tujuh hari.

Pekerjaan secara swadaya itu mencakup lima wilayah, yakni RW 02, RW 05, RW 09, RW 11, dan RW 13. Langkah tersebut menjadi upaya awal masyarakat dalam menghadapi persoalan sungai yang dikhawatirkan berdampak lebih luas.

Kades Kopo Abah Entang Suryana, Sekdes Koharudin Yunus, dan Ketua RW Prama Firmansah saat di lokasi.

“Normalisasi ini merupakan upaya menindaklanjuti aspirasi warga. Kami berharap penanganan sungai mendapat dukungan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Abah Entang.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kopo, Koharudin Yunus, menjelaskan penggerusan bantaran di RW 02 dan RW 05 mengancam lahan warga serta tanah desa. Di sejumlah titik, kondisi tersebut dilaporkan menyebabkan longsor.

Penggerusan juga membuat aliran sungai semakin mendekati permukiman. Kondisi ini membutuhkan perhatian agar ancaman terhadap lahan dan keselamatan masyarakat tidak semakin besar, terutama ketika curah hujan meningkat.

“Kami berharap kondisi bantaran yang terkikis dapat diperiksa dan ditangani sesuai tingkat kerawanannya. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko longsor dan menjaga keselamatan warga,” ujar Koharudin.

Normalisasi secara swadaya menjadi bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan mereka. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait memberi perhatian pada kondisi sungai agar ancaman banjir dan longsor tidak terus menghantui warga saat musim hujan.*Uus MataKota.

 

Check Also

Jalan Cibeber-Sukahaji Tuntas Lewat IJD, Bupati Bandung Perjuangkan Jalan Londok

MATAKOTA II Bandung — Jalan Cibeber-Sukahaji di Ciwidey telah tuntas dibangun melalui prog…