Home Pemerintahan Bandung Lirik Teknologi Autothermix, Solusi Baru Atasi Gunungan Sampah Kota
Pemerintahan - 2026-05-11

Bandung Lirik Teknologi Autothermix, Solusi Baru Atasi Gunungan Sampah Kota

MATAKOTA

|| Bandung – Pemerintah Kota Bandung mulai mengkaji teknologi pengolahan sampah berbasis autothermix sebagai salah satu alternatif solusi untuk mendukung penanganan sampah di Kota Bandung. Kajian tersebut dilakukan setelah jajaran pemerintah kota meninjau langsung prototipe teknologi yang dikembangkan oleh PT Tohaan Renewable Energy Engineering.

Peninjauan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung pada Kamis, 7 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung proses kerja serta potensi pengembangan teknologi tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan teknologi autothermix menjadi salah satu inovasi yang tengah dipertimbangkan dalam upaya mengurangi volume sampah di Kota Bandung.

“Pak Sekda melihat langsung inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipe yang tersedia memiliki kapasitas sekitar satu ton sampah per hari, namun ke depan diharapkan dapat dikembangkan hingga mencapai 50 ton per hari,” ujar Salman.

Meski demikian, Pemkot Bandung masih akan melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan terkait penerapan teknologi tersebut. Berbagai aspek akan dievaluasi, mulai dari efektivitas teknologi, skema kerja sama, kebutuhan lokasi, hingga aspek teknis dan lingkungan.

“Kami akan mengkaji lebih dalam seluruh aspek yang berkaitan dengan teknologi ini. Hasil kajian nantinya akan dilaporkan kepada Pak Sekda sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana, menjelaskan bahwa autothermix merupakan teknologi pengolahan sampah berbasis proses termal dengan konsep minim oksigen.

Menurutnya, metode ini berbeda dengan sistem pembakaran konvensional karena lebih mengutamakan proses peluruhan material sampah melalui pengendalian suhu dan kadar oksigen tertentu.

“Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal yang terkontrol sehingga sampah mengalami peluruhan secara efektif,” jelas Budi.

Ia menambahkan, perangkat yang saat ini ditinjau masih berupa prototipe dengan kapasitas sekitar satu ton per hari. Teknologi tersebut telah melalui berbagai tahap pengembangan sejak pertama kali beroperasi pada Desember 2023 di Kabupaten Serang.

“Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023. Saat ini kami terus melakukan penyempurnaan agar teknologi ini dapat digunakan dalam kapasitas yang lebih besar,” ujarnya.

Budi juga menegaskan bahwa teknologi autothermix merupakan hasil karya tenaga ahli lokal yang diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif solusi pengelolaan sampah di berbagai daerah, termasuk Kota Bandung.

Pemkot Bandung menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mencari berbagai opsi penanganan sampah yang efektif dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek teknis, regulasi, serta kelestarian lingkungan.

Check Also

Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

MATAKOTA || Bandung – Suasana berbeda terlihat di SDN Bojongsari Bojongsoang,Kabupaten Ban…