Karang Taruna Asoka Ciwidey Masuk Lima Besar Nasional, Kini Jalani Rechecking
MATAKOTA II Bandung – Nama Karang Taruna Asoka Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, kini masuk dalam lima besar Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026.
Posisi tersebut membawa organisasi kepemudaan di tingkat desa itu ke tahap penilaian lapangan. Tim Juri Nasional melakukan rechecking untuk melihat langsung kegiatan, inovasi, serta kerja yang selama ini dijalankan Karang Taruna Asoka di tengah masyarakat, Senin (28/9/2026).
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengatakan capaian tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Menurut dia, posisi lima besar merupakan hasil dari proses kerja, kreativitas dan kepedulian para kader terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Namun bagi Ali, penilaian nasional itu tidak semestinya berhenti pada urusan perlombaan. Ia berharap proses tersebut menjadi kesempatan bagi Karang Taruna Asoka untuk mendapatkan masukan sekaligus melihat kembali sejauh mana program yang mereka jalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Sosial RI sekaligus anggota Tim Juri Nasional, Adrianus Alla, melihat Karang Taruna sebagai salah satu potensi sumber kesejahteraan sosial di tingkat masyarakat.
Menurut Adrianus, kedekatan para kader dengan warga membuat Karang Taruna memiliki ruang untuk membantu mengenali persoalan sosial di lingkungannya. Keterlibatan mereka antara lain terlihat dalam pendataan dan pengecekan lapangan penerima bantuan hingga penjangkauan calon peserta Sekolah Rakyat.
Karena itu, Karang Taruna tidak hanya diharapkan bekerja untuk organisasinya sendiri. Adrianus mendorong adanya kerja bersama dengan unsur lain di wilayah, seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dunia usaha dan potensi sosial lainnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendasah mengatakan pembinaan terhadap Karang Taruna juga diarahkan pada kemandirian organisasi. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi yang direncanakan lewat Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Bagi Karang Taruna Asoka, rechecking ini menjadi tahap untuk memperlihatkan apa yang sudah mereka kerjakan di Desa Ciwidey. Bukan hanya aktivitas organisasi, tetapi juga bagaimana keberadaan mereka bersentuhan dengan persoalan dan kebutuhan warga.
Masuk lima besar nasional akhirnya bukan sekadar soal posisi dalam sebuah penilaian. Yang lebih penting adalah apa yang terlihat dari kerja organisasi tersebut ketika berhadapan langsung dengan masyarakat, dan apakah kerja itu bisa terus berjalan setelah penilaian selesai.*Uus MataKota.
Si Jalak Harupat Kembali Jadi Venue FIFA, ASEAN Cup 2026 Dimulai di Indonesia
MATAKOTA II Bandung — Si Jalak Harupat kembali mendapat kepercayaan untuk menggelar sepak …







