Home All News HUT ke-385 Kabupaten Bandung, Asep Syamsudin Soroti 6 Persoalan Prioritas, Banjir Paling Mendesak

HUT ke-385 Kabupaten Bandung, Asep Syamsudin Soroti 6 Persoalan Prioritas, Banjir Paling Mendesak

MATAKOTA II Bandung — Di usia ke-385 Kabupaten Bandung, sejumlah persoalan prioritas masih terasa di lapangan. Mulai dari banjir, kemacetan, sampah, stunting, pengangguran, hingga pendidikan menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi di wilayah Kabupaten Bandung.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB, H. Asep Syamsudin, S.Ag., saat ditemui wartawan usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Senin, 20 April 2026.

Baginya, momentum hari jadi Kabupaten Bandung bukan sekadar perayaan, tetapi kesempatan untuk melihat kondisi nyata yang masih dirasakan masyarakat.

Ia menyebut ada enam persoalan prioritas di Kabupaten Bandung yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni banjir, kemacetan, pengelolaan sampah, stunting, pengangguran, hingga rata-rata lama sekolah.

Dari semua itu, banjir di Kabupaten Bandung dinilai paling mendesak karena dampaknya langsung dirasakan warga, mulai dari aktivitas yang terganggu, kerugian ekonomi, hingga risiko kesehatan.

Menurutnya, banjir tidak bisa lagi dianggap persoalan musiman. Ada akar masalah yang harus dibenahi, baik dari sisi lingkungan maupun kebijakan yang belum berjalan optimal di Kabupaten Bandung.

Karena itu, penanganan banjir di Kabupaten Bandung tidak cukup hanya saat air datang, tetapi harus dimulai dari hulu, berlanjut di tengah, hingga pengendalian di wilayah hilir secara berkesinambungan.

Ia menegaskan akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penanganan banjir secara menyeluruh, termasuk penguatan reboisasi, penataan ruang, dan pengendalian aliran air di wilayah Kabupaten Bandung.

Selain itu, ia mengingatkan persoalan banjir di Bandung Raya tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kabupaten Bandung, karena berkaitan dengan kawasan yang lebih luas.

Menurutnya, keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, menjadi kunci agar penanganan banjir berjalan terintegrasi.

Ia juga menyinggung program Citarum Harum yang dinilai sempat menunjukkan hasil, sehingga pendekatan kolaboratif seperti itu perlu kembali diperkuat.

Sementara itu, rapat paripurna HUT ke-385 Kabupaten Bandung di Soreang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama unsur Forkopimda serta tamu undangan lainnya.*

Check Also

Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung di Tengah Keprihatinan, KDS: Tak Perlu Karangan Bunga

MATAKOTA II Bandung – Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi y…