Home All News USB YPKP Bandung Go International, 14 Mahasiswa Tembus Malaysia hingga Rusia
All News - 2026-09-04

USB YPKP Bandung Go International, 14 Mahasiswa Tembus Malaysia hingga Rusia

MATAKOTA|| BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung terus membuktikan komitmennya dalam membuka jalan bagi mahasiswa untuk berkiprah di panggung global. Tahun ini, sebanyak 14 mahasiswa USB YPKP Bandung mendapat kesempatan mengikuti tiga program internasional bergengsi, mulai dari Malaysia hingga Rusia.

Tiga program tersebut yakni ASEAN Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) 2026 di Malaysia yang diikuti sembilan mahasiswa, program Student Exchange selama satu semester di Universiti Utara Malaysia (UUM) yang diikuti tiga mahasiswa, serta International Festival of Youth di Rusia yang diikuti dua mahasiswa.

Program internasionalisasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis USB YPKP Bandung dalam meningkatkan kualitas mahasiswa sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi tersebut menuju kampus berkelas dunia.

Wakil Rektor III USB YPKP Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki, S.AP., M.AP., memaparkan berbagai pencapaian tersebut saat menjadi narasumber dalam acara Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan perjalanan mahasiswa USB YPKP Bandung dalam mengikuti program ASEMO, Student Exchange hingga International Festival of Youth di Rusia.

Membangun Kepemimpinan Global Lewat ASEMO 2026

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah ASEAN Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) 2026. Program yang diprakarsai Universiti Utara Malaysia (UUM) tersebut mempertemukan mahasiswa dari delapan negara ASEAN, yakni Malaysia, Indonesia, Kamboja, Filipina, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Keikutsertaan USB YPKP Bandung dalam program tersebut merupakan buah dari kerja sama yang telah terjalin antara kampus dengan UUM.

Berkat kerja sama tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti program tanpa dikenakan biaya program.

“Kita hanya menyampaikan ke mahasiswa untuk menanggung biaya pesawat. Programnya sendiri itu gratis karena USB sudah menjalin kerja sama dengan UUM,” ujar Dr. Nurhaeni.

Program yang berlangsung selama dua minggu itu tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik. Para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai pembangunan jiwa kepemimpinan, pemahaman lintas budaya hingga program pengabdian masyarakat internasional.

Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai proyek kolaboratif yang harus diselesaikan bersama mahasiswa dari berbagai negara.

Sembilan mahasiswa USB YPKP Bandung yang menjadi delegasi dalam ASEMO 2026 yakni Errvynno Marchiani, Fadiah Nurul Aidah, Sabila Fariha Anjainah, Rinjelia Pebriani, Erlangga Yuda Pratama, Anita Salvadina, Syukur Al Ghifari, Siti Arba Sopianti, dan M. Sauzan Rizki A.

Mereka berasal dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Ekonomi, Teknik, hingga Ilmu Sosial dan Politik, dengan sejumlah program studi seperti Akuntansi dan Manajemen.

Menurut Nurhaeni, mahasiswa yang dikirim untuk mengikuti program internasional telah melalui sejumlah persyaratan.

“Kami tidak sembarangan mengirim mahasiswa. Standar IPK harus di atas 3,00 dan kemampuan Bahasa Inggris yang baik. Ini bukan hanya membawa nama kampus, tapi juga nama Indonesia,” tegasnya.

Setiap mahasiswa yang menyelesaikan program ASEMO akan memperoleh sertifikat resmi sebagai pengakuan telah mengikuti studi singkat di luar negeri. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik maupun karier mereka di masa depan.

Tiga Mahasiswa Ikuti Student Exchange di Malaysia

Program internasional USB YPKP Bandung tidak berhenti pada ASEMO. Kampus tersebut juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Student Exchange atau pertukaran pelajar selama satu semester penuh di Malaysia.

Tiga mahasiswa yang akan mengikuti program tersebut adalah Siti Nur Aisyah dari S1 Administrasi Bisnis, Andika Saputra dari S1 Manajemen, dan Salman Hidayatullah dari S1 Manajemen.

Melalui kemitraan yang telah dibangun, mahasiswa USB YPKP Bandung dibebaskan dari biaya pendidikan atau tuition fee di kampus tujuan.

“Mereka tidak bayar biaya pendidikan di sana. Mereka hanya menyiapkan biaya pesawat dan keperluan visa. Bahkan, Yayasan dan lembaga turut membantu 50 persen dari biaya keberangkatan,” jelas Dr. Nurhaeni.

Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan internasional tersebut secara maksimal.

Selama enam bulan, para mahasiswa akan menjalani proses pendidikan di Malaysia sambil mempelajari sistem akademik dan budaya baru.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa USB lainnya untuk berani mengambil kesempatan belajar di tingkat internasional.

Dua Mahasiswa Tembus Panggung Dunia di Rusia

Pencapaian lainnya adalah keberhasilan dua mahasiswa USB YPKP Bandung lolos mengikuti International Festival of Youth di Rusia.

Ajang internasional tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pemuda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta membangun jejaring global.

Dua mahasiswa USB YPKP Bandung yang berhasil lolos adalah Sonya Edhie Peath Fourjune dari S1 Ilmu Komunikasi dan Maylani Putri Dewanti dari S1 Manajemen.

Menurut Dr. Nurhaeni, kesempatan mengikuti festival internasional tersebut tidak diperoleh dengan mudah. Para peserta harus melewati proses seleksi yang ketat.

Keberhasilan kedua mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USB YPKP Bandung memiliki kemampuan untuk bersaing dan tampil di tingkat internasional.

Internasionalisasi Jadi Strategi Menuju Akreditasi Unggul

Di balik berbagai pencapaian tersebut, USB YPKP Bandung memiliki strategi besar dalam memperkuat internasionalisasi kampus.

Menurut Nurhaeni, internasionalisasi bukan sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, tetapi merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dan pencapaian standar akreditasi yang lebih tinggi.

“Prodi Akuntansi dan Manajemen baru saja meraih akreditasi Unggul. Tapi unggul bukan berarti kami berhenti. Justru dengan unggul ini, kami harus mengisi dengan program-program internasional, karena itulah yang dibutuhkan dalam akreditasi internasional,” paparnya.

Keberhasilan menjalankan berbagai program internasional tersebut, lanjut dia, tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen kampus.

Mulai dari Yayasan, Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, para dekan hingga koordinator program studi, seluruhnya memiliki peran dalam memperkuat program internasionalisasi USB YPKP Bandung.

Kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi USB untuk terus memperluas jejaring dan menghadirkan program-program yang memberikan dampak global bagi mahasiswa.

Menatap Kampus Berkelas Dunia

USB YPKP Bandung juga tengah menjajaki berbagai peluang kerja sama internasional lainnya, termasuk dengan sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan melalui Busan Indonesia Center.

Selain memperluas kerja sama internasional, USB juga memiliki rencana membangun kelas internasional dan dormitory atau asrama bagi mahasiswa asing.

Langkah tersebut diharapkan dapat menarik mahasiswa dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di Bandung.

“Membangun fasilitas untuk mahasiswa asing itu sangat penting. Kita sudah punya tanahnya, tinggal menunggu investor atau hibah untuk membangunnya. Harapannya ke depan, mereka tidak hanya datang untuk beasiswa, tapi juga kuliah dengan biaya mandiri,” tambahnya optimistis.

Dengan visi yang semakin berorientasi global, USB YPKP Bandung terus menunjukkan bahwa perguruan tinggi lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat internasional.

Keikutsertaan 14 mahasiswa dalam tiga program internasional tersebut menjadi salah satu langkah nyata USB YPKP Bandung dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki wawasan global tanpa meninggalkan identitas sebagai bagian dari Indonesia.

Rektor: Internasionalisasi Beri Dampak bagi Kampus dan Masyarakat

Sebelumnya, Rektor Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, H. Didin Saepudin, S.E., M.Si., mengatakan, pada tahun ini USB YPKP Bandung menjalankan tiga program internasionalisasi mahasiswa, yakni International Festival of Youth di Rusia, Mobility Student, dan Exchange Student di Malaysia.

Menurut Didin, program internasionalisasi tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman dan wawasan mahasiswa sekaligus memberikan nilai tambah bagi kampus.

“Mudah-mudahan kegiatan internasionalisasi ini memberikan banyak dampak, tidak hanya kepada kampus tetapi juga kepada masyarakat secara nasional,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi dengan Pokja PWI Kota Bandung

Dalam kesempatan Basa Basi Podcast tersebut, Dr. Nurhaeni Sikki yang mewakili USB YPKP Bandung juga menandatangani Implementation Arrangement bersama Pokja PWI Kota Bandung.

Penandatanganan dilakukan bersama Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan, sebagai bentuk penguatan kerja sama yang selama ini telah terjalin.

Implementation Arrangement tersebut berkaitan dengan peningkatan kerja sama akademik antara USB YPKP Bandung dan Pokja PWI Kota Bandung.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi kedua lembaga yang hingga saat ini telah memasuki tahun kedelapan.

Melalui penguatan kerja sama dan perluasan jejaring internasional, USB YPKP Bandung optimistis dapat terus melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing dan berkontribusi di panggung global. (*)

Check Also

Tak Sekadar Dimusnahkan, 60 Juta Rokok Ilegal Diolah dengan Pendekatan Berkelanjutan

MATAKOTA||™BOGOR – Lebih dari 60 juta batang rokok dan hasil tembakau ilegal dimusnahkan m…