f252ulzzlm1itknct6hm
Home All News TEGAS! Eks Penyidik KPK Sebut OTT Ampuh Melawan Korupsi
All News - Hukum - 1 week ago

TEGAS! Eks Penyidik KPK Sebut OTT Ampuh Melawan Korupsi

MATAKOTA, Bandung – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap menyebut, Operasi Tangkap Tangan (OTT) merupakan senjata ampuh melawan korupsi di negeri ini.

“OTT merupakan hal menakutkan para koruptor,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Yudi Purnomo Harahap, Jumat 19 November 2021.

Menurut eks Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK tersebut, OTT selalu ditakuti lantaran adanya peristiwa pidana.

“Adanya unsur suap menyuap (dalam OTT) sudah jelas, yang kedua pelakunya jelas siapa yang menyuap dan siapa yang disuap,” ucap Yudi Purnomo Harahap.

Dia bilang, dalam OTT dipastikan adanya barang bukti. Baik berupa uang rupiah maupun mata uang asing, atau benda-benda lainnya semacam cek atau buku tabungan ketika uang diserahkan melalui proses transfer.

Yudi bilang, hal yang sangat penting OTT itu bisa berkembang. Berdasarkan pengalamannya, penerimaan uang dari penyelenggara negara atau penegak hukum, biasanya merupakan penerimaan yang kesekian.

“Artinya sudah beberapa kali menerima,” tegas Yudi.

Menurut dia, OTT ditakuti bukan hanya oleh mereka yang tertangkap tangan namun juga pihak lain yang diduga terlibat.

“Bahwa dari OTT ini bisa berkembang kemana-mana. Misalnya dari OTT kepala daerah, bisa jadi pejabat di tingkat nasional juga kena. Dari pejabat tingkat rendah, pejabat tinggi juga bisa kena,” tegas Yudi.

Dia bilang, OTT masih menjadi senjata untuk melawan korupsi yang ampuh di Indonesia.

“Sebab orang sudah tidak bisa lagi mengelak bahwa dia sudah melakukan tindak pidana korupsi,” ucap Yudi.

Sebelumnya, warganet dihebohkan oleh video viral Bupati Banyumas Achmad Husein, yang meminta agar KPK tidak asal menggelar OTT.

Dalam video yang viral di media sosial, Husein meminta KPK untuk memanggil terlebih dahulu para kepala daerah yang hendak ditangkap.

“Kami mohon kepada KPK sebelum OTT kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil dahulu. Kalau ternyata dia berubah ya sudah lepas gitu, Pak. Tapi kemudian kalau tidak berubah baru ditangkap, Pak,” kata dia dalam potongan video terkait.

Diketahui, kader PDIP itu merupakan bupati Banyumas selama dua periode berturut-turut. Ia juga sempat menjabat sebagai wakil bupati periode 2007-2012. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Bekuk Wakil Thailand, Greysia/Apriyani Lolos ke Final Indonesia Open 2021

MATAKOTA, Bali – Ganda putri andalan Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhas…