Home Berita Penyintas Corona, Wakil Wali Kota Bandung Siap Divaksin
Berita - Regional - 2021-03-01

Penyintas Corona, Wakil Wali Kota Bandung Siap Divaksin

Bandung, matakota.com- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani mengungkapkan, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan aturan baru tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Dalam aturan baru, penyintas (Orang yang pernah terpapar), boleh menerima vaksin Covid-19.

“Untuk yang pernah terpapar atau penyintas, pedoman yang baru sekarang bisa dilakukan vaksinasi asal harus sembuh lebih dari tiga bulan,” ujar Rosye.

Terkait itu,Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyatakan dirinya siap untuk divaksin. Diketahui, Yana pernah terpapar Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Kata dia, program vaksinasi membutuhkan partisipasi dari semua masyarakat.

“Kemarin juga saya sudah menyampaikan ke Kadinkes. Kalau memungkinkan saya bisa ikut untuk divaksin. Insya Allah siap,” kata Yana, Minggu (28/02/2021).

Saat ini, pelaksanaan vaksinasi tahap dua di Kota Bandung tengah berlangsung. Pada tahap dua ini, lansia menjadi prioritas utama yang akan menerima vaksin Covid-19.

Di samping lansia, vaksinasi tahap dua juga akan menyasar petugas pelayan publik seperti TNI/Polri, pedagang pasar, dan guru.

Yana terus mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk ikut program vaksinasi dari pemerintah.

Baca juga: Yana: Penanganan Corona, Figur Kepemimpinan yang Kuat Sangat Penting

“Saya selalu ingatkan bahwa vaksin itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan untuk orang lebih banyak,” ungkapnya.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang divaksin Covid-19, maka akan membentuk heard immunity atau kekebalan kelompok.

Sehingga bagi siapa pun yang mendapat kesempatan menerima vaksin Covid-19, bisa melindungi orang-orang yang tidak bisa disuntik vaksin karena satu dan lain hal.

“Jadi kalau pun nanti penyintas dan orang yang sudah divaksin ada sekitar 70 persen, bisa membentengi orang-orang yang tidak bisa divaksin karena komorbid, karena berbagai faktor seperti kesehatannya,” ujar Yana.

“Jika terjadi kekebalan kelompok di atas 70 persen, seharusnya pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” imbuhnya. (DRY) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

PosIND Kirim Lebih dari 50 Trip Wing Box Bilah Selubung Garuda ke IKN

MATAKOTA || Bandung, — PosIND suskes mengirimkan lebih dari 50 trip wing box bilah s…