Home Berita Muhasabah Dibalik Bencana
Berita - Kronik - 2026-01-10

Muhasabah Dibalik Bencana

Oleh: Maulidia

Banjir di Sumatera telah menelan ratusan hingga ribuan korban jiwa setelah hujan deras selama beberapa hari. Mulai Kamis (27/11/2025) beberapa daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai menerapkan darurat bencana yang mengindikaskan betapa parahnya dampak bencana ini.

Dikutip dari detikcom pada Jumat (28/11/2025), sebanyak 11 kabupaten dan kota terdampak banjir bandang di Sumatera Utara. Sebanyak 222 orang menjadi korban dengan 62 orang meninggal dunia, luka berat 13 orang, luka ringan 82 orang, dan 65 lainnya masih dalam pencarian.

Sementara di Sumatera Barat, banjir bandang berdampak pada 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang. Jumlah korban terdampak mencapai 12 ribu jiwa dengan 12 di antaranya meninggal dunia. Para korban juga mengalami kesulitan komunikasi karena kerusakan akses.

Kondisi serupa juga terjadi di Aceh yang terletak di ujung barat Indonesia. Sebanyak 97.384 orang terdampak banjir dan longsor, dengan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah adalah Kabupaten Aceh Timur. Jumlah korban bisa meningkat seiring operasi penanganan dan pencarian yang terus berlangsung

Ironisnya, delapan hari sebelum bencana, BMKG sudah memperingatkan hujan ekstrem. Namun negara tetap gagap. Banyak daerah terisolir, jasad belum dievakuasi, warga kelaparan, tim SAR kelelahan. Hingga kini pun bencana belum dinyatakan sebagai bencana nasional.

Islam mengajarkan sabar & tawakal, namun juga muhasabah. Allah telah mengingatkan: “Telah tampak kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia…” (Ar-Rum: 41).

Kerusakan ini lahir dari kebijakan kapitalistik yang menempatkan SDA sebagai komoditas. Padahal dalam Islam, hutan dan tambang adalah milik umum; haram diserahkan kepada swasta. Negara wajib mengelola dengan amanah, mencegah bahaya, menjaga ekosistem, dan memastikan rakyat selamat.

Islam mengatur menata hutan, tambang, mitigasi bencana, dan relokasi penduduk dengan penuh tanggung jawab. Umar bin Khaththab ra. berkata, “Jika seekor unta mati karena lalai, aku khawatir Allah menanyai aku tentang itu.”

Bencana Sumatera adalah seruan bagi negeri untuk mengakhiri kebijakan kapitalis dan kembali kepada syariah Islam sebagai solusi yang adil, manusiawi, dan menjaga alam.

Wallahu a’lam bishowab.

 

Check Also

Coronavirus disease 2019

Coronavirus disease 2019 COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-C…