Screenshot 2021 12 05 09 26 45 46 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817
Home All News Kurangi Alih Fungsi Lahan, DPRD Jabar Dukung Program Percetakan Sawah Baru
All News - Parlemen - 2021-12-06

Kurangi Alih Fungsi Lahan, DPRD Jabar Dukung Program Percetakan Sawah Baru

MATAKOTA, Bandung – Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar Heri Ukasah Sulaeman, mendukung penuh program percetakan sawah baru sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, tujuan program pencetakan sawah baru yang diluncurkan oleh pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar, adalah untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan nasional maupun regional di Jawa Barat.

Heri mengatakan, sejak lama Jawa Barat dikenal sebagai lumbung pangan nasional.

“Namun kini seiring pesatnya pembangunan dan alih fungsi lahan, banyak lahan produktif persawahan di Jabar berubah menjadi komplek perumahan, pabrik, dan pertokoan sehingga berdampak pada menurunnya produksi pertanian,” ujarnya.

Heri bilang, dengan adanya program pencetakan sawah baru ini, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam mengatasi berkurangnya lahan persawahan.

“Pencetakan sawah baru merupakan upaya untuk mengatasi semakin berkurangnya lahan pertanian atau sawah,” ucap Heri.

Dikatakan, beberapa wilayah di Jabar sudah dilakukan pencetakan sawah baru, baik di wilayah Jabar Selatan, Pantura, dan di Kabupaten Sumedang.

Namun, sangat disayangkan, program pencetakan sawah baru yang diluncurkan pemprov Jabar tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pendukung, baik berupa akses jalan, maupun jaringan irigasi.

Menurut Heri, akibat dari hal itu, percetakan sawah baru tersebut tidak mampu menghasilkan produksi pertanian secara maksimal.

“Seharusnya pencetakan sawah baru dibarengi dengan pembenahan jaringan irigasi,” katanya.

Heri menambahkan, selama dukungan irigasi kurang, produksi pertanian tidak akan maksimal.

“Sewaktu kita menggelar rapat kerja dengan mitra OPD terkait, Komisi II sudah mengingatkan bahwa setiap pembukaan sawah baru harus menjamin bahwa lahan itu bisa lebih produktif, harus dipikirkan sistem irigasinya seperti apa,” ucap dia.

“Bahkan kita juga minta kepada mitra Komisi II yang untuk berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air yang menangani jaringan irigasi,” imbuh Heri.

Dia membeberkan, ratusan hektar pencetakan sawah baru di wilayah Jabar Selatan hingga kini masih terkendala faktor jaringan irigasi sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen.

“Seharusnya kalau memang kondisi sawah baru itu berada agak tinggi dari aliran sungai, maka untuk mengaliri air ke persawahan, para petani atau kelompok tani diberikan bantuan berupa pompa air,” ujar Heri.

Dia mengatakan, keberadaan akses jalan juga sangat dibutuhkan untuk memperlancar dan mempermudah distribusi hasil pertanian.

“Karena keberadaan akses jalan yang baik tentunya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, regional, terutama dalam mendukung dan memenuhi ketahanan pangan,” ucapnya. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Berani Melanggar Ketertiban di Bandung? Siap-siap VIRAL!

MATAKOTA, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan rasa aman dan tertib…