Fadillah Akbar Nahkodai KNPI Rancabali, Kolaborasi dan Pengurangan Sampah Jadi Langkah Awal
Ketua terpilih mengusung kolaborasi sebagai arah kepengurusan, didukung harapan berbagai pihak agar KNPI hadir menjawab persoalan di tengah masyarakat.
MATAKOTA II Bandung – Musyawarah Kecamatan (Muscam) PK KNPI Rancabali di Aula Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (30/6/2026), menetapkan Fadillah Akbar, S.H. sebagai Ketua PK KNPI Kecamatan Rancabali periode 2026–2029 secara aklamasi.
Penetapan dilakukan setelah seluruh tahapan persidangan selesai. Dari 14 organisasi kepemudaan (OKP) yang diverifikasi panitia, sebanyak 11 OKP dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta penuh. Hingga penutupan pendaftaran, hanya satu bakal calon yang mendaftar sehingga forum menetapkan Fadillah sebagai ketua terpilih.
Muscam kali ini bukan sekadar memilih ketua baru. Dari hasil diskusi hingga wawancara usai kegiatan, perhatian para peserta mengarah pada satu hal, yakni bagaimana KNPI mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat melalui kolaborasi dan kerja nyata.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Fadillah mengatakan kepengurusan yang dipimpinnya akan membawa semangat kolaborasi sebagai arah organisasi selama tiga tahun ke depan.
Ia menyebut program kerja akan mulai disusun setelah tim formatur terbentuk. Salah satu yang menjadi perhatian awal ialah upaya pengurangan sampah di Kecamatan Rancabali, sedangkan program strategis lainnya akan dibahas bersama sesuai kebutuhan daerah.
“Saya berharap KNPI Kecamatan Rancabali harus lebih kolaborasi dengan seluruh elemen pemuda. Mari bersama-sama menjaga Rancabali yang asri, bersih, dan kondusif,” ujar Fadillah.

Harapan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Camat Rancabali, Panpan Risvan, S.I.P., M.Si. Menurutnya, KNPI diharapkan mampu menghadirkan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mengatakan berbagai persoalan di wilayah, seperti sampah, kemacetan, hingga potensi bencana, memerlukan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, KNPI didorong membangun kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas, dunia usaha, dan unsur masyarakat lainnya.
“KNPI diharapkan hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan Rancabali,” kata Panpan.
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal DPD KNPI Kabupaten Bandung, Hamdan Nur Sidik, M.E., yang hadir mewakili Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi, S.E.
Hamdan berharap Muscam menghasilkan keputusan terbaik yang dapat memperkuat peran pemuda dari berbagai unsur OKP di Kecamatan Rancabali. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah perlu terus dijaga agar program pembangunan di tingkat kabupaten maupun kecamatan dapat berjalan seiring dengan peran pemuda.
“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk kalangan pemuda,” ujarnya.
Ia menambahkan, kalangan pemuda juga mulai menghadirkan solusi melalui inovasi mesin pengelolaan sampah berkapasitas hingga lima ton per jam. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan sampah di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Rancabali.

Di penghujung Muscam, Koordinator KNPI PACIRA (Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali), Azis Ahmad Zaenudin, mengingatkan bahwa kepengurusan baru masih memiliki pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan.
“KNPI ini bukan milik Fadillah Akbar, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya OKP-OKP yang telah membidani Fadillah Akbar menjadi Ketua KNPI Rancabali. Mudah-mudahan program kerja yang belum sempat terealisasi pada periode sebelumnya bisa dilanjutkan oleh kepengurusan sekarang,” ujar Azis.
Menurutnya, keberhasilan Muscam akan lebih bermakna apabila mampu diwujudkan melalui kerja nyata yang melibatkan seluruh unsur kepemudaan.
“Ke depan kami akan terus berkolaborasi sejalan dengan visi HANDAL KNPI Kabupaten Bandung untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung Lebih BEDAS sesuai visi Pak Bupati Bandung, yakni Dadang Supriatna,” pungkasnya.* Uus MataKota.
Bibit Kopi Pasirjambu Sudah Tembus Bandung Barat, Wawan Minta Pengembangan Dilanjutkan
MATAKOTA II Bandung – Bibit kopi arabika dari Kecamatan Pasirjambu mulai dipasarkan ke lua…









