Home Parlemen DPRD Jawa Barat Menyikapi Terus Meluasnya Polemik Proyek Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan
Parlemen - 2022-05-14

DPRD Jawa Barat Menyikapi Terus Meluasnya Polemik Proyek Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan

MATAKOTA,Kabupaten Bandung —  DPRD Jawa Barat ikut bersuara menyikapi terus meluasnya polemik proyek pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan diwilayah Kabupaten Bandung.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Jajang Rohana menyebut rencana pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan di jalur selatan Jabar masuk proyek nasional.

Bahkan, lanjut Politisi PKS itu, selain sudah ke dalam agenda strategis pusat rencana pembangunan tol tersebut juga kini sudah masuk juga ke dalam tata ruang Jawa Barat.

“Kami mendukung rencana pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan yang digagas Pemkab Bandung,” ungkap Jajang dalam keterangannya, Jumat 13 Mei 2022.

Eks Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung itu mengatakan. Jalan tol itu merupakan program strategis nasional lanjutan dalam meningkatkan konektivitas antar daerah.

“Jadi, karena rencana ini sudah kewenangan pemerintah pusat dan dijadikan proyek strategis nasional. Kami mendukung dan tlah menyapakatinya dalam tata ruang,” kata dia.

Dalam program strategis nasional tersebut, dikatakan Jajang. Jalan tol di Kabupaten Bandung itu bahkan direncanakan bakal diperluas hingga Cidaun Kabupaten Cianjur.

“Ini (ruas jalan tol) emang disiapkan untuk meningkatkan konektivitas dalam rangka pengembangan wisata dan juga ekonomi,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat.

Jajang mengaku melalui parlemen dirinya mengusulkan juga ada pengembangan konektivitas antara wilayah Darajat di Kecamatan Ibun dan Cihawuk Kertasari. “Konektivitas ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Akses ini yang menghubungkan Darajat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan yang kini direncanakan Pemkab Bandung dinilai bakal mengganggu luas lahan pertanian saat ini.

Pandangan tersebut disampaikan kalangan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bandung saat dihubungi para wartawan.

Ketua Departemen Litbang KTNA Kabupaten Bandung Andri Ramdhani memandang rencana pembangunan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan tidak menguntungkan petani.

Menurut dia, kehadiran proyek yang disebut-sebut akan menelan anggaran tak sedikit itu justru akan merugikan petani dan lahan pertanian khususnya di Kabupaten Bandung.

“Apabila rencana pembangunan Tol Sorang-Ciwidey-Pangalengan dilakukan akan terjadi perubahan kawasan dari pertanian menjadi bangunan komersil,” kata Andri Ramdhani.

“Dari sisi pariwisata mungkin akan tumbuh, tapi dari sisi pertanian justru akan rugi. Lahan pertanian akan semakin berkurang di mana saat ini pun kian menyusut,” lanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Check Also

Dirjen IKP: Dewan Pers Satu-satunya Lembaga yang Lakukan Sertifikasi Jurnalis

MATAKOTA, Jakarta — Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Kementerian Komuni…