Home Pemerintahan Disnaker Bandung Percepat Akreditasi LPK, Fokus Tingkatkan Kualitas Instruktur dan Daya Saing Tenaga Kerja
Pemerintahan - 2026-05-20

Disnaker Bandung Percepat Akreditasi LPK, Fokus Tingkatkan Kualitas Instruktur dan Daya Saing Tenaga Kerja

MATAKOTA || Bandung** – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung memperkuat langkah transformasi lembaga pelatihan kerja (LPK) melalui percepatan akreditasi dan peningkatan kualitas instruktur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelatihan kerja semakin efektif serta selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menegaskan bahwa LPK memiliki peran strategis sebagai penghubung antara dunia pelatihan dan dunia kerja.

“LPK adalah penghubung utama antara pelatihan dan industri. Karena itu, kualitasnya harus benar-benar terjamin,” ujar Yayan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Metodologi bagi pengelola dan instruktur LPK swasta di Hotel Oakwood, Selasa (19/5/2026).

Saat ini terdapat lebih dari 200 LPK di Kota Bandung. Sebagian di antaranya telah terakreditasi dan menunjukkan peningkatan kualitas, namun Disnaker terus mendorong agar lebih banyak lembaga memenuhi standar akreditasi yang telah ditetapkan.

Akreditasi LPK mencakup delapan standar utama, mulai dari aspek kelembagaan, kompetensi tenaga pengajar, hingga sarana dan prasarana pelatihan. Untuk mempercepat pemenuhan standar tersebut, Disnaker menjalankan berbagai program pembinaan dan peningkatan kapasitas.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelatihan khusus bagi instruktur LPK, terutama dalam penguatan metodologi pembelajaran. Hal ini dinilai penting untuk memastikan proses pelatihan berjalan efektif dan menghasilkan lulusan yang kompeten.

“Metodologi pengajaran menjadi kunci. Pelatih yang kompeten akan menghasilkan lulusan yang kompeten,” jelasnya.

Selain pelatihan, Disnaker juga memberikan dukungan stimulus berupa penguatan infrastruktur pelatihan sebagai bagian dari pemenuhan standar akreditasi. Namun, Yayan menegaskan bahwa peningkatan kualitas juga harus didukung komitmen dari masing-masing LPK.

“Pemerintah hadir sebagai stimulan. Namun, LPK juga harus memiliki komitmen dan upaya mandiri untuk memenuhi standar,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, Disnaker akan memberikan prioritas program kepada LPK yang telah terakreditasi. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas secara menyeluruh di sektor pelatihan kerja.

“LPK terakreditasi akan mendapatkan prioritas dalam berbagai program pelatihan. Ini menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Disnaker juga memperkuat kolaborasi dengan LPK dalam penyaluran tenaga kerja, termasuk peluang kerja ke luar negeri. Dalam skema tersebut, LPK berperan dalam menyeleksi calon tenaga kerja yang siap secara kompetensi, mental, dan komitmen.

“Kami ingin memastikan calon tenaga kerja benar-benar siap sebelum dilatih lebih lanjut, sehingga hasilnya optimal,” jelas Yayan.

Program pelatihan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang, juga terus dikembangkan untuk mendukung penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Tahun ini, Disnaker menargetkan peningkatan jumlah peserta pelatihan secara bertahap.

Selain itu, program padat karya tetap dijalankan sebagai upaya memperluas kesempatan kerja jangka pendek bagi masyarakat serta meningkatkan daya beli warga.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Disnaker Kota Bandung optimistis dapat membangun ekosistem pelatihan kerja yang lebih berkualitas, adaptif, dan berdaya saing.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten, sejahtera, dan mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja, Rina Indrisari Nugraha, mengatakan Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola dan instruktur LPK terkait metodologi pengajaran yang efektif.

Kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kemampuan instruktur dalam menyusun perangkat pembelajaran, menyampaikan materi secara sistematis, serta melakukan evaluasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para instruktur mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Bimtek metodologi ini berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Mei 2026, dengan diikuti 20 peserta dari berbagai LPK di Kota Bandung.

**(Redaksi)**

Check Also

Semen Kujang Bangkit Lagi, SIG Padukan Heritage Jawa Barat dan Teknologi Modern

MATAKOTA|| BANDUNG – Merek semen yang pernah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa …