Home Berita Dari Militer ke Akademisi: Dr. Nurhaeni Sikki Menginspirasi KOWAD di Hari Kartini 2026
Berita - 2026-04-23

Dari Militer ke Akademisi: Dr. Nurhaeni Sikki Menginspirasi KOWAD di Hari Kartini 2026

MATAKOTA|| Bandung, — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus memperingati semangat perjuangan perempuan Indonesia pada Hari Kartini, Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) menggelar acara Halal Bihalal 1447 H yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kartini Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini berlangsung dengan hangat dan penuh kebersamaan. Para tamu undangan disambut langsung oleh Danpusdikkowad Kodiklatad, Kolonel Cku (K) Fitri Anggraeny, S.E., M.M., yang memastikan acara berjalan dengan khidmat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Umum Kodiklatad, Brigjen TNI Saiful Rizal, S.Sos., yang memberikan pengarahan strategis terkait pentingnya penguatan sumber daya manusia di lingkungan militer. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk Wakil Rektor III Universitas Sangga Buana (USB) YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., yang hadir sebagai narasumber.

Mengusung tema “Melangkah Menuju Kesetaraan Pemberdayaan Perempuan dan Transformasi Bisnis Lokal”, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus menghapus prasangka yang tidak sehat di antara prajurit wanita.

Dalam arahannya, Brigjen TNI Saiful Rizal menekankan prinsip “Anggun dalam Penampilan, Tangguh dalam Kemampuan” sebagai karakter ideal prajurit wanita. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas di tengah tantangan era global, termasuk ancaman digital seperti hedonisme, post-truth, hingga radikalisme.

“Jangan tukar kehormatan dengan kesenangan semu sesaat,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan lima pedoman utama bagi prajurit wanita, yaitu menjaga niat karena Tuhan, menjunjung tinggi integritas sebagai “kebaya jiwa”, bijak dalam penggunaan teknologi, menjadikan senior sebagai teladan, serta terus meningkatkan kompetensi.

Sementara itu, Dr. Nurhaeni Sikki dalam pemaparannya mengulas sejarah pembentukan KOWAD sejak Desember 1960 sebagai refleksi penting dalam perjalanan perempuan di lingkungan militer. Ia menyoroti bahwa meskipun prajurit wanita memiliki kemampuan ganda sebagai ibu rumah tangga dan prajurit, pengembangan karier masih menghadapi tantangan, terutama dalam manajemen sumber daya manusia.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun sosok “Kartini modern” yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan emosional, serta tetap menjunjung tinggi etika keprajuritan.

Dalam konteks pemberdayaan perempuan, Dr. Nurhaeni juga mengangkat contoh transformasi bisnis lokal melalui peran perempuan dalam kelompok wanita tani. Dengan kreativitas dan ketelitian, mereka mampu mengolah komoditas seperti mangga gedong gincu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mendukung kemandirian finansial.

Menutup pemaparannya, ia menegaskan bahwa perjalanan panjang di dunia militer tidak berhenti saat seseorang beralih ke dunia sipil. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras tetap menjadi fondasi kuat dalam pengabdian di bidang lain, termasuk dunia akademik.

Melalui kegiatan ini, Kodiklatad menegaskan komitmennya sebagai pusat pembentukan karakter prajurit wanita yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Check Also

83,8% Warga Puas Layanan Pendidikan Bandung, Perubahan Terasa dari Ruang Kelas hingga Kesehatan Mental Siswa

Bandung, 23 April 2026 — Perubahan di sektor pendidikan Kota Bandung mulai dirasakan langs…