Home Ekonomi Dari Laut ke Literasi: Upaya bank bjb Menguatkan Nelayan Cirebon Lewat Akses Keuangan
Ekonomi - 2026-03-07

Dari Laut ke Literasi: Upaya bank bjb Menguatkan Nelayan Cirebon Lewat Akses Keuangan

MATAKOTA || CIREBON – Pagi baru saja menyapa pesisir Kabupaten Cirebon ketika deretan perahu nelayan mulai merapat. Hasil tangkapan hari itu mungkin tak selalu pasti, namun satu hal yang kian menjadi perhatian adalah bagaimana para nelayan mengelola pendapatan mereka setelah kembali dari laut.

Di Desa Gebang Mekar, yang dikenal sebagai bagian dari Kampung Nelayan Merah Putih, aktivitas perikanan menjadi denyut utama ekonomi warga.

Namun di balik potensi tersebut, masih banyak nelayan yang menghadapi tantangan dalam mengatur keuangan dan mengakses layanan perbankan.

Melihat kondisi ini, bank bjb hadir membawa pendekatan berbeda. Tidak sekadar menawarkan produk keuangan, bank bjb menggelar edukasi bertajuk “Bahari Tangguh, Ekonomi Maju” untuk membantu nelayan memahami cara mengelola keuangan secara lebih terencana.Senin (2/3/2026).

Dalam kegiatan yang juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan dan pemerintah daerah tersebut, para nelayan diajak berdiskusi langsung mengenai hal-hal sederhana namun penting—mulai dari menyisihkan penghasilan, mengatur arus kas keluarga, hingga merencanakan kebutuhan jangka panjang.

Bagi sebagian nelayan, konsep ini mungkin terdengar baru. Selama ini, penghasilan yang bergantung pada musim dan cuaca kerap membuat perencanaan keuangan menjadi sulit dilakukan. Di sinilah literasi keuangan mulai mengambil peran.

Tak berhenti pada edukasi, bank bjb juga membuka akses pembiayaan produktif bagi nelayan. Melalui skema seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), para nelayan kini memiliki peluang untuk memperbaiki kapal, membeli alat tangkap yang lebih baik, hingga mengembangkan usaha sampingan saat musim paceklik.

Pendekatan ini dinilai lebih menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Sebab, akses modal tanpa pemahaman yang cukup justru berisiko menambah beban. Sebaliknya, ketika literasi berjalan beriringan dengan pembiayaan, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan menjadi lebih besar.

Di tengah dinamika kehidupan pesisir, langkah kecil seperti menabung atau mencatat pengeluaran mulai diperkenalkan sebagai kebiasaan baru. Harapannya, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara lebih stabil.

Bagi bank bjb, inisiatif ini bukan sekadar program sesaat. Ada upaya jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat sektor unggulan daerah.

Ke depan, pendekatan serupa direncanakan akan diperluas ke berbagai wilayah pesisir lainnya. Dengan memahami karakter dan kebutuhan lokal, edukasi dan akses keuangan diharapkan semakin tepat sasaran.

Di Desa Gebang Mekar, perubahan mungkin belum terasa besar. Namun dari langkah awal mengenal literasi keuangan, harapan mulai tumbuh—bahwa kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh hasil laut, tetapi juga oleh kemampuan mengelola apa yang mereka peroleh.

Check Also

Kasus AY: Antara Supremasi Hukum dan Bayang-Bayang Impunitas

MATAKOTA || BANDUNG — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus (AY) tidak …