Ali Syakieb Buka Kejurkab ORADO Kabupaten Bandung, 40 Tim Domino Bertanding di Jalak Harupat
MATAKOTA II Bandung — Sebanyak 40 tim domino dari berbagai kecamatan ambil bagian dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) ORADO Kabupaten Bandung yang dibuka Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Sabtu (28/03/2026).
Kegiatan tersebut digelar di salah satu gedung kawasan Stadion Si Jalak Harupat dan menjadi ajang pertemuan para pecinta domino atau gapleh dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kejuaraan yang mempertemukan puluhan pemain domino dalam format pertandingan tim untuk memperebutkan hasil terbaik pada tingkat kabupaten.
Ketua ORADO Kabupaten Bandung S. Budiawan Mufti, S.T., S.M., M.M. mengatakan kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga yang memiliki wadah organisasi.
Menurutnya, selama ini masyarakat lebih mengenal gapleh sebagai permainan santai di lingkungan warga, padahal permainan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi olahraga kompetitif.

Ia menilai domino memiliki kelebihan karena mudah dimainkan dan tidak memerlukan perlengkapan khusus seperti sepatu olahraga, pakaian khusus, maupun fasilitas latihan yang rumit.
“Ini olahraga yang sangat merakyat karena siapa saja bisa memainkannya tanpa persiapan khusus. Karena itu kami berharap masyarakat Kabupaten Bandung dapat memaksimalkan potensi olahraga ini,” ujarnya.
Dalam Kejurkab ORADO tahun ini tercatat sekitar 80 atlet yang tergabung dalam 40 tim bertanding memperebutkan hasil terbaik dalam kompetisi domino tingkat kabupaten tersebut.
Peserta berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Bandung, sementara sebagian lainnya datang dari kalangan umum yang turut meramaikan kejuaraan tersebut.
Budiawan menjelaskan, kejuaraan tingkat kabupaten ini menjadi bagian dari tahapan pembinaan atlet sebelum melangkah menuju kompetisi domino pada tingkat provinsi hingga nasional.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan nasional menjadi salah satu syarat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar domino dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi.
“Insyaallah pada 25 April nanti ada agenda lanjutan, kemudian Kejurnas direncanakan berlangsung pada Juli. Jika semua berjalan baik, domino berpeluang berkembang hingga tingkat internasional,” pungkasnya. (Uus)
Kasus AY: Antara Supremasi Hukum dan Bayang-Bayang Impunitas
MATAKOTA || BANDUNG — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus (AY) tidak …








