Home Pemerintahan NGOPI SAHABAT #7 Goes to School, Pelajar Jabar Diajak All Out Tanpa Harus Burnout
Pemerintahan - 2026-09-03

NGOPI SAHABAT #7 Goes to School, Pelajar Jabar Diajak All Out Tanpa Harus Burnout

MATAKOTA||CIMAHI – Tekanan akademik, target prestasi, lingkungan pertemanan hingga derasnya pengaruh media sosial menjadi tantangan yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar masa kini. Di tengah tuntutan untuk terus berprestasi, generasi muda Jawa Barat diajak memahami bahwa memberikan yang terbaik tidak berarti harus memaksakan diri hingga mengalami burnout.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan NGOPI SAHABAT #7 Goes to School yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat di SMK Negeri 1 Cimahi, Selasa (1/9/2026).

Mengangkat tema “Menolak Burnout, Saatnya All Out”, kegiatan ini menjadi ruang dialog dan edukasi bagi pelajar untuk mengenali tanda-tanda burnout, memahami batas kemampuan diri, mengelola tekanan, serta tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan dan kesejahteraan diri.

Kegiatan tersebut diikuti secara langsung maupun daring oleh pelajar dari sejumlah SMA dan SMK di Jawa Barat.

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes., Sp.DLP., menegaskan bahwa kesehatan mental anak dan remaja merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Jawa Barat.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tekanan yang tidak ringan. Karena itu, mereka perlu memiliki kemampuan untuk mengenali kondisi diri sendiri sekaligus mendapatkan dukungan dari lingkungan terdekat.

“Kita ingin anak-anak Jawa Barat tumbuh menjadi generasi yang hebat, tetapi bukan dengan cara memaksakan diri sampai mengalami burnout. Berprestasi itu penting, tetapi menjaga kesehatan diri, mengenali batas kemampuan, dan berani meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan juga merupakan bentuk kekuatan,” ujar dr. Siska.

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Menurutnya, setiap individu memiliki proses dan kemampuan yang berbeda dalam mencapai tujuan. Karena itu, mengenali diri sendiri dan menjaga keseimbangan menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih prestasi.

“Jangan takut untuk beristirahat. Istirahat bukan berarti menyerah. Kenali diri, jaga energi, kelola tekanan, dan kembali melangkah dengan lebih kuat. Yang kita harapkan bukan hanya generasi yang mampu mencapai target, tetapi generasi yang sehat, tangguh, dan bahagia dalam menjalani prosesnya,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan penguatan dari Prita Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas berbagai aspek psikologis terkait burnout serta strategi menghadapi tekanan secara sehat.

Pelajar diajak memahami bahwa kelelahan fisik dan emosional yang berlangsung terus-menerus, kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, hingga munculnya keinginan untuk berhenti dari berbagai aktivitas dapat menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian.

Melalui pendekatan dialog yang santai dan dekat dengan kehidupan remaja, peserta didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian.

Lebih dari itu, mereka diajak membangun keseimbangan antara belajar, beraktivitas, beristirahat, serta menjalin relasi sosial yang sehat.

NGOPI SAHABAT #7 Goes to School melibatkan pelajar dari SMKN 1 Cimahi, SMAN 1 Jatisari Kabupaten Karawang, SMAN 1 Jamblang Kabupaten Cirebon, SMAN 11 Bandung, SMAN 7 Bogor, SMAN 27 Bandung, dan SMAN 8 Depok.

Keterlibatan pelajar dari berbagai daerah tersebut diharapkan dapat memperluas pesan tentang pentingnya kesehatan mental serta kemampuan generasi muda dalam menghadapi berbagai tuntutan, baik akademik, sosial maupun lingkungan.

Melalui program NGOPI SAHABAT, DP3AKB Provinsi Jawa Barat terus mendorong terciptanya ruang komunikasi yang aman, terbuka dan positif bagi anak serta remaja.

Pendekatan edukasi yang dikemas secara ringan diharapkan mampu membuat isu kesehatan mental lebih mudah dibicarakan. Pada saat yang sama, anak dan remaja juga didorong untuk tidak ragu mencari dukungan ketika menghadapi persoalan.

Semangat “Menolak Burnout, Saatnya All Out” pun bukan dimaknai sebagai ajakan untuk terus bekerja keras tanpa henti atau memaksakan diri.

Sebaliknya, semangat tersebut menjadi pengingat bahwa memberikan yang terbaik harus dilakukan dengan cara yang sehat, dengan tetap memahami kemampuan dan batas diri.

Kenali diri, jaga energi, dan temukan cara untuk tetap All Out tanpa harus mengalami Burnout.

Check Also

USB YPKP Bandung Go International, 14 Mahasiswa Tembus Malaysia hingga Rusia

MATAKOTA|| BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung terus membuktikan komitme…