Bantuan PIP Siswa SMA Karya Pembangunan Pasirjambu Terpangkas
MATAKOTA II Bandung — Uang bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang semestinya dipakai untuk kebutuhan sekolah dipertanyakan sejumlah siswa dan orang tua di SMA Karya Pembangunan, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
Persoalan itu mencuat setelah siswa penerima bantuan mengaku tidak menerima seluruh dana yang dicairkan. Orang tua siswa kemudian mempertanyakan adanya pengurangan tersebut.
“Uang itu tadinya untuk membeli sepatu, seragam, tas dan buku. Kami berharap bantuan tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah anak,” ujar orang tua siswa tersebut, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Seorang siswa penerima PIP menuturkan, proses pencairan dilakukan bersama siswa lainnya melalui salah satu bank. Setelah kembali ke sekolah, para siswa kemudian mengikuti proses lanjutan.
“Setelah pencairan, ada uang yang dipotong. Katanya untuk administrasi. Kami tidak mengetahui dasar dan peruntukannya,” ujarnya.
Siswa tersebut mengaku dana yang diterimanya lebih kecil dibandingkan nominal bantuan yang dicairkan. Ia juga mengaku tidak mengetahui dasar pengurangan dana tersebut.
Bagi orang tua, persoalannya sederhana. Bantuan PIP yang diterima anak diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah, sehingga setiap pengurangan perlu diketahui dasar dan peruntukannya.
“Kalau memang ada ketentuan administrasi, kami ingin tahu dasar dan penjelasannya,” ujar orang tua siswa.
Selisih dana yang disebut mencapai jutaan rupiah ini tidak cukup berhenti sebagai cerita siswa dan orang tua.
Pihak SMA Karya Pembangunan perlu menjelaskan secara resmi dasar pengurangan tersebut, sementara pihak berwenang dapat memastikan proses pencairannya berjalan sesuai ketentuan.*
Bagi Sariwangi, Kemerdekaan Bukan Sekadar Karnaval
MATAKOTA II Bandung — Karnaval menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 K…









