Home Pemerintahan Satpol PP Perluas Penataan PKL, Cicadas hingga Kawasan Gedung Sate Jadi Prioritas
Pemerintahan - 2026-05-16

Satpol PP Perluas Penataan PKL, Cicadas hingga Kawasan Gedung Sate Jadi Prioritas

MATAKOTA || Bandung** – Pemerintah Kota Bandung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan memperluas penataan pedagang kaki lima (PKL) ke sejumlah kawasan strategis secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik, meningkatkan kenyamanan warga, serta mendukung penataan kota yang lebih tertib dan teratur.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan penataan tidak hanya dilakukan di kawasan Jalan Gatot Subroto yang sebelumnya telah ditertibkan, tetapi juga akan menyasar sejumlah titik lain yang dinilai memerlukan penanganan.

“Pada prinsipnya kita akan terus melakukan kegiatan penertiban dan penataan kota ini tidak hanya di Gatot Subroto,” ujar Bambang di sela Rapat Pimpinan di Balai Kota Bandung, Jumat (15/5/2026).

Beberapa kawasan yang masuk dalam agenda penataan antara lain Cicadas Market, Jalan Banten, Panjunan, Astana Anyar, Pajagalan, kawasan Monumen Perjuangan (Monju), sekitar Gedung Sate, hingga kawasan sekitar Kampus Unpad Dipati Ukur.

Menurut Bambang, kawasan Cicadas menjadi salah satu prioritas utama karena berada di koridor Jalan Ahmad Yani yang akan menjadi jalur layanan Bus Rapid Transit (BRT). Oleh karena itu, penataan kawasan dinilai penting untuk mendukung kelancaran transportasi publik dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kita sekarang sedang melakukan pendekatan kepada koordinator. Bagaimanapun juga Jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi Cicadas Market itu akan menjadi lokus BRT juga. Pasti nantinya akan kita tertibkan,” katanya.

Sebelum proses penertiban dilakukan, Satpol PP mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan dialog dengan para pedagang serta koordinator lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar proses penataan dapat berjalan lebih baik dan meminimalkan potensi konflik.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kewilayahan, Satuan Tugas PKL, serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM).

“Kita tetap melakukan edukasi, pendekatan, kerja sama dengan KUKM dan Satgas PKL. Bagaimana kita melakukan penataan kota ini agar betul-betul nyaman buat warga masyarakat,” ujarnya.

Selain keberadaan PKL, Bambang menyoroti masih adanya parkir liar dan bangunan yang berdiri di atas trotoar maupun saluran air. Menurutnya, trotoar harus dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

Di sisi lain, Bambang mengapresiasi sikap kooperatif para PKL di kawasan Jalan Ibu Inggit Garnasih yang telah mendukung program penataan kawasan heritage tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para PKL yang bekerja sama dengan kita yang sudah mengosongkan Jalan Ibu Inggit. Karena di sana ada kawasan heritage dan rumah Ibu Inggit yang akan ditata oleh pemerintah kota,” katanya.

Pemkot Bandung berharap penataan kawasan dapat berjalan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Dengan kolaborasi yang baik, hasil penataan diharapkan mampu menciptakan ruang kota yang lebih tertib, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh warga.

**(Redaksi)**

Check Also

Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

MATAKOTA || Bandung – Suasana berbeda terlihat di SDN Bojongsari Bojongsoang,Kabupaten Ban…