Home All News Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak
All News - Regional - 2026-06-24

Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

MATAKOTA || Bandung – Suasana berbeda terlihat di SDN Bojongsari Bojongsoang,Kabupaten Bandung.  Di saat pembagian rapor akhir tahun ajaran 2025-2026, Jika biasanya rapor lebih banyak diambil oleh ibu atau wali murid perempuan, kali ini para ayah tampak hadir langsung di sekolah untuk menerima hasil belajar anak-anak mereka.

Kehadiran para ayah tersebut merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam proses pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Gerakan ini mendapat sambutan positif dari kalangan pendidik, orang tua, maupun pemerhati pendidikan.

Kehadiran ayah di sekolah dinilai bukan sekadar mengambil dokumen hasil belajar, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendampingi pendidikan anak.

Kepala sekolah dan para guru menyambut baik antusiasme para ayah yang hadir langsung untuk berdialog mengenai perkembangan akademik maupun karakter anak selama satu semester terakhir.

Melalui komunikasi yang lebih intens antara pihak sekolah dan orang tua, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

“Anak-anak akan merasa lebih diperhatikan ketika melihat ayahnya hadir langsung di sekolah. Ini bukan hanya soal rapor, tetapi tentang dukungan moral dan perhatian yang sangat berarti bagi perkembangan mereka,” ujar Siti Nuraeni.S.Pd.,Gr salah seorang Guru yang sekaligus menjadi  Wali kelas IIB.

Dalam beberapa tahun terakhir, peran ayah dalam pendidikan anak menjadi perhatian berbagai pihak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam proses belajar dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik, kepercayaan diri, kedisiplinan, hingga kesehatan mental anak.

Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor, para ayah didorong untuk lebih aktif mengetahui perkembangan pendidikan anak, memahami tantangan yang dihadapi, serta ikut mengambil bagian dalam mencari solusi bersama apabila ditemukan kendala selama proses pembelajaran.

Sejumlah ayah yang hadir mengaku senang dapat berinteraksi langsung dengan guru dan mengetahui perkembangan anak secara lebih detail.

Mereka menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus meningkatkan motivasi anak dalam belajar.

“Biasanya ibu yang datang ke sekolah. Kali ini saya sengaja hadir sendiri untuk mengambil rapor dan bertemu guru. Saya ingin tahu langsung perkembangan anak dan memberikan dukungan yang lebih nyata,” Ungkap Bah Maman salah seorang wali murid.

Selain memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga, gerakan ini juga diharapkan mampu mengubah paradigma bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.

Kehadiran ayah dalam berbagai kegiatan pendidikan diyakini dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Para pendidik berharap gerakan serupa tidak hanya dilakukan saat pembagian rapor, tetapi juga berlanjut dalam berbagai aktivitas sekolah lainnya.

Dengan keterlibatan yang lebih aktif dari para ayah, pendidikan anak dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan generasi yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki dukungan keluarga yang kuat.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh kehadiran dan perhatian orang tua, terutama ayah, dalam setiap tahap perjalanan belajar anak. Kehadiran sederhana di ruang kelas saat pembagian rapor bisa menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan generasi penerus bangsa.**

Check Also

Pertina Jabar: Kejuaraan Tinju Kunci Pembinaan dan Pembentukan Mental Atlet

BANDUNG – Sekretaris Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia Jawa Barat (Pertina) Jawa Barat…