“Pendidikan Senjata Paling Ampuh”, Pesan Hafizh di Perpisahan MTsN 2 Bandung
MATAKOTA II Bandung — Muhamad Hafizh Arasyid menjadi salah satu siswa yang paling mencuri perhatian dalam perpisahan 190 siswa kelas IX MTs Negeri 2 Bandung, Senin (15/6/2026). Selain menerima sejumlah penghargaan, Hafizh juga menyampaikan pidato perpisahan yang ditutup dengan pesan tentang pentingnya pendidikan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, namanya beberapa kali dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan atas berbagai capaian yang diraihnya selama menempuh pendidikan di madrasah tersebut.
Menjelang penutupan acara, Hafizh kembali berdiri di hadapan guru, orang tua, dan ratusan siswa yang memenuhi lokasi kegiatan. Kali ini bukan untuk menerima penghargaan, melainkan menyampaikan pidato mewakili siswa kelas IX.
Di penghujung pidatonya, Hafizh menyampaikan satu kalimat yang mendapat tepuk tangan dari para hadirin.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia,” ujarnya.

Tak lama setelah itu, Hafizh juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar MTs Negeri 2 Bandung apabila selama menempuh pendidikan pernah melakukan kesalahan kepada guru maupun teman-temannya.
Momen tersebut turut disaksikan kedua orang tuanya yang hadir dalam kegiatan perpisahan. Usai acara, sang ibu, Hj. Nike, mengaku bersyukur melihat perjalanan pendidikan putranya hingga mampu meraih berbagai prestasi selama bersekolah.
“Alhamdulillah, sebagai orang tua saya berharap tetap berakhlakul karimah, menjadi anak saleh dan berguna bagi bangsa dan negara. Saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih anak saya,” katanya.
Menurut Hj. Nike, setelah menyelesaikan pendidikan di MTs Negeri 2 Bandung, Hafizh akan melanjutkan pendidikan ke pesantren.
Di tengah acara, Kepala MTs Negeri 2 Bandung juga sempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada H. Caryo dalam sambutannya. Penyebutan nama itu menarik perhatian karena tidak banyak orang mengetahui kedekatan ayah Hafizh dengan lingkungan sekolah.
Belakangan diketahui, H. Caryo turut membantu sejumlah fasilitas di MTs Negeri 2 Bandung, mulai dari perbaikan masjid, lapangan voli hingga pembangunan salah satu ruangan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Saat ditemui usai kegiatan, H. Caryo mengaku seluruh bantuan yang diberikan berangkat dari panggilan hati.
“Semua ini kodratullah. Kalau hati tergerak membantu, saya yakin itu kehendak Allah,” ujarnya.
Ia mengaku salah satu alasan membantu perbaikan masjid sekolah karena merasa prihatin melihat fasilitas tempat wudhu yang saat itu belum memberikan kenyamanan bagi siswa saat beribadah.
Sementara dukungannya terhadap lapangan voli berangkat dari kegemarannya pada olahraga tersebut sejak masih muda.
Meski dikenal sebagai pelaku usaha di kawasan Pasirjambu, H. Caryo enggan menyebut dirinya sebagai orang sukses. Baginya, ada prinsip hidup yang terus dipegang sejak muda.
“Saya hanya punya tekad ingin membahagiakan kedua orang tua. Orang tua itu raja dan ratu bagi anaknya,” tuturnya.
Perpisahan hari itu bukan hanya menjadi penutup masa belajar Hafizh di MTs Negeri 2 Bandung. Di balik penghargaan yang diterimanya, tersimpan pula pesan tentang pendidikan, akhlak, dan penghormatan kepada orang tua yang terus ditanamkan keluarganya.*
MTsN 2 Bandung melepas 190 siswa kelas 9 yang lulus 100 persen
MATAKOTA II Bandung – 190 siswa kelas 9 MTs Negeri 2 Bandung tahun ajaran 2025–2026 resmi …







