Driver Ambulance PACIRA Community dan Cianjur Berkumpul di Ciwidey, Bahas Evakuasi hingga Dana Darurat
MATAKOTA II Bandung — Driver ambulance dari wilayah Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali hingga Cianjur selatan berkumpul dalam silaturahmi ke-6 PACIRA Community di The Ongretshil Campground, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu 6 Juni 2026.
Puluhan peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari driver ambulance, pengawalan unit, BIDKES atau bidang kesehatan, hingga Puskesos yang biasa membantu pengurusan administrasi pasien rumah sakit.
Sekretaris Desa Sukawening juga tampak hadir mewakili kepala desa yang sedang berhalangan.
PACIRA yang merupakan singkatan dari Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali tahun ini ikut melibatkan driver ambulance dari Kabupaten Cianjur, khususnya wilayah Naringgul dan Cidaun.
Bukan sekadar ajang kumpul, silaturahmi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat solidaritas antar driver ambulance di lapangan.
Mereka kerap saling membantu saat terjadi kecelakaan lalu lintas, ambulance mogok, pecah ban hingga proses evakuasi pasien darurat.
Ajat Rohmana, driver ambulance Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, mengatakan komunikasi antaranggota berjalan aktif melalui grup komunitas.
“Kalau ada kendala di jalan biasanya langsung koordinasi di grup. Yang paling dekat lokasi langsung membantu,” ujar Ajat.

Selain berbagi pengalaman lapangan, peserta juga membahas hasil bimbingan teknis atau bimtek, teknik safety driving hingga penanganan pasien saat evakuasi darurat.
Salah satu pembahasan yang cukup menarik dalam silaturahmi itu soal perubahan sistem kas komunitas. Skema kas bulanan kini diganti menjadi program “Menabung di Komunitas”.
Humas Ambulance PACIRA Community, Kadus Rahaman, mewakili Ketua PACIRA Isep Nurholis atau Pak Enur, mengatakan sistem tersebut dibuat agar anggota memiliki dana cadangan saat menghadapi kebutuhan mendadak.
“Jadi anggota bebas menabung sesuai kemampuan. Nanti bisa digunakan ketika ada rekan sakit, kebutuhan operasional ambulance, tidak ada bensin saat luncuran, ganti oli atau sparepart dan kebutuhan mendadak lainnya,” katanya.
Dana tabungan itu juga dapat diambil kapan saja sesuai kebutuhan, termasuk menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan juga diisi pemberian cenderamata dari komunitas ambulance luar PACIRA serta penghargaan bagi driver senior yang sudah tidak lagi aktif mengemudi karena faktor usia maupun kondisi kesehatan.

Pengurus juga mengingatkan para anggota agar tetap menjaga etika saat bertugas di lapangan, mulai dari mematuhi standar operasional prosedur atau SOP ambulance hingga keselamatan berkendara.
Selain itu, para kepala desa diminta lebih memperhatikan kondisi kendaraan operasional, mulai dari servis rutin, penggantian oli, ban, spooring hingga balancing agar ambulans tetap siap digunakan saat kondisi darurat.
Silaturahmi ke-6 PACIRA ditutup dengan hiburan organ tunggal yang berlangsung hangat dan penuh keakraban antaranggota komunitas. Uus MataKota
TNI AD dan Pemprov Jabar Mulai Dorong Penanganan dari Hulu
MATAKOTA II Bandung — Ketergantungan daerah terhadap TPPA Sarimukti mulai jadi perhatian …






