Putus Sekolah Tak Berarti Tamat, PKBM Bandung Buka 50 Ribu Kuota
MATAKOTA II Bandung — Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan kuota hingga 50 ribu peserta didik setiap tahun lewat program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi warga putus sekolah.
Program pendidikan nonformal itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menghadiri Tasyakur Khitanan Massal Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kamis (28/5/2026).
Menurut Dadang, PKBM menjadi solusi bagi warga yang sempat berhenti sekolah, namun ingin kembali melanjutkan pendidikan hingga mendapatkan ijazah setara SD, SMP maupun SMA.
Selain PKBM, Pemkab Bandung juga menjalankan program Bedas Calakan untuk membantu pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa sekolah.
“Dengan adanya program-program ini, semua harus belajar dan semua harus sekolah bisa betul-betul terwujud,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dadang menyebut pembangunan pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah. Peran yayasan pendidikan dan pondok pesantren dinilai ikut menopang peningkatan pendidikan masyarakat.
Saat ini rata-rata lama sekolah warga Kabupaten Bandung disebut naik dari 8,9 tahun menjadi 9,4 tahun. Sementara harapan lama sekolah mencapai 12,7 tahun.
Yayasan Al Hidayah sendiri mengelola pendidikan berbasis Islam mulai tingkat SD hingga SMA.
Selain tasyakuran, kegiatan tersebut juga diisi khitanan massal gratis bagi masyarakat. Sejumlah anak peserta khitan tampak menerima uang panyecep dari Bupati Bandung.

Khitanan massal itu rutin digelar Yayasan Al Hidayah usai Iduladha sebagai kegiatan sosial tahunan pesantren.* Uus MataKota.
BAZNAS Kabupaten Bandung Catat Penghimpunan Kurban Tembus Lebih dari Rp2 Miliar, Didukung Program BAZNAS RI
MATAKOTA II Bandung – Penghimpunan kurban di Kabupaten Bandung pada Idul Adha 1447 H/2026 …








