Home All News Bupati Bandung Tinjau Lokasi Kolam Retensi di Tegalluar, Penanganan Banjir Mulai Dimatangkan
All News - Parlemen - Pemerintahan - 2026-05-02

Bupati Bandung Tinjau Lokasi Kolam Retensi di Tegalluar, Penanganan Banjir Mulai Dimatangkan

MATAKOTA II Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (1/5/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mematangkan rencana penanganan banjir di kawasan Tegalluar yang selama ini kerap terdampak genangan.

Dalam kegiatan itu, Bupati yang akrab disapa KDS didampingi Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya, jajaran perangkat daerah, unsur pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Sejumlah titik yang diproyeksikan menjadi lokasi kolam retensi turut dicek langsung di lapangan.

KDS mengatakan, penanganan banjir di Tegalluar tidak bisa dilakukan melalui satu langkah saja.

Menurutnya, diperlukan penanganan terpadu yang mencakup pembangunan kolam retensi, peninggian jalan provinsi, hingga normalisasi aliran sungai.

“Hari ini kita cek langsung ke lapangan supaya penanganannya tepat dan sesuai kebutuhan,” ujarnya di sela peninjauan.

Untuk mendukung penanganan banjir, Pemkab Bandung juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait peninggian jalan provinsi di kawasan Tegalluar.

“Insya Allah tahun ini kurang lebih satu kilometer akan ditangani oleh Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat,” kata KDS.

Selain itu, ia menyebut rencana pembangunan kolam retensi di Tegalluar telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Persetujuan tersebut, kata dia, merupakan hasil komunikasi dengan pemerintah pusat dalam beberapa waktu terakhir.

Adapun total anggaran yang disepakati untuk penanganan banjir di wilayah Kabupaten Bandung mencapai sekitar Rp220 miliar.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan kolam retensi serta normalisasi Sungai Cisunggalah.

Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah daerah akan lebih dulu melakukan penertiban dan evaluasi lahan di kawasan yang akan digunakan untuk proyek.

“Kalau ada lahan yang status pemanfaatannya tidak jelas, akan kita evaluasi dan sesuaikan kembali dengan fungsi awalnya,” tegas KDS.

Sementara itu, Asep Romy menilai pembangunan kolam retensi harus segera direalisasikan agar penanganan banjir di Tegalluar tidak berlarut.

“Jangan hanya jadi wacana. Kalau sudah direncanakan, harus segera dilaksanakan,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan pemilik lahan, agar proses pembangunan berjalan lancar.

Pembangunan kolam retensi ini diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi banjir di Tegalluar dan kawasan sekitarnya.*

Check Also

Bupati Bandung Lantik Pengurus LPTQ 2026–2030

MATAKOTA II Bandung — Bupati Bandung Dadang Supriatna melantik pengurus LPTQ Kabupaten Ban…