Home Pemerintahan Wihaji, Peran Keluarga Ditekankan dalam Pembangunan SDM
Pemerintahan - 2026-04-10

Wihaji, Peran Keluarga Ditekankan dalam Pembangunan SDM

MATAKOTA || Bandung, 9 April 2026 — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum di UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diikuti sekitar 2.000 peserta, terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, penyuluh KB, serta mitra Program Bangga Kencana.

Dalam paparannya, Wihaji menyebutkan bahwa lebih dari 74 juta keluarga di Indonesia menjadi fokus utama pembangunan. Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi unggul.

“Kualitas SDM sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Oleh karena itu, pembangunan harus dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terus mendorong berbagai program prioritas, antara lain peningkatan kualitas keluarga, percepatan penurunan stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), penguatan kepemimpinan dalam keluarga, serta pemberdayaan lansia.

Wihaji juga mengingatkan bahwa bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia merupakan peluang sekaligus tantangan. Tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, seperti meningkatnya angka pengangguran dan tekanan ekonomi.

“Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta inovasi teknologi menjadi kunci dalam memanfaatkan bonus demografi,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Fauzan Ali Rasyid, menilai bahwa kajian hukum keluarga memiliki peran penting dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat.

Hal tersebut dinilai sejalan dengan upaya penguatan kebijakan kependudukan.

Rektor Rosihon Anwar menambahkan, isu kependudukan juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keislaman. Ia menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan keluarga dan kependudukan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Anwar Musaddad tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak kampus dan kementerian. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Check Also

PT Pinus Merah Abadi Kembali Digugat dalam Kasus Gudang Terbakar, Kuasa Hukum Soroti Kepastian Hukum

MATAKOTA || KUPANG – PT Pinus Merah Abadi (PMA) kembali menghadapi gugatan perdata terkait…