Catur di Bandung: Lebih dari Sekadar Papan dan Bidak, Membentuk Otak dan Karakter Anak Muda
BANDUNG — Di sebuah aula sederhana di Bandung, suara klik bidak catur terdengar beriringan dengan tawa anak-anak. Mereka bukan sekadar bermain, tapi belajar strategi, konsentrasi, dan kesabaran. Kegiatan seperti inilah yang mendapat perhatian khusus dari Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bandung, Senin (17/2/2026).
Dalam sambutannya, Kang Edwin menegaskan bahwa catur bukan hanya soal kemenangan dalam turnamen. Menurutnya, olahraga ini mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak, merangsang kreativitas, dan membentuk karakter. “Catur harus disebarluaskan. Banyak manfaatnya, dari melatih otak hingga membangun karakter,” ujarnya.
Bagi banyak anak di Bandung, catur menjadi alternatif positif untuk mengisi waktu luang sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis. Rina (12), salah satu peserta latihan, mengaku belajar bersabar dan merencanakan langkah sebelum bergerak. “Kadang saya mau buru-buru ambil bidak, tapi guru bilang pikir dulu. Sekarang saya jadi lebih tenang,” ujarnya tersenyum.
Pelatih Percasi Kota Bandung, Dedi Santoso, menambahkan bahwa catur juga mampu memperkuat mental anak sejak dini. “Banyak yang awalnya pemalu, tapi setelah belajar catur, mereka lebih percaya diri, bisa memecahkan masalah sendiri, dan belajar menerima kekalahan,” kata Dedi.
Selain manfaat bagi anak-anak, Kang Edwin menekankan bahwa catur juga bisa menjadi instrumen untuk mencegah degradasi kemampuan kognitif generasi muda yang kini banyak terdampak oleh gadget dan media sosial. “Bukan hanya prestasi, tapi yang lebih penting adalah membangun karakter yang tangguh dan berpikir kritis,” katanya.
Dukungan DPRD Kota Bandung terhadap olahraga ini juga diwujudkan melalui komitmen penguatan anggaran dan program, agar Percasi dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan komunitas. “Kami akan mendorong agar anggaran untuk pengembangan catur diperkuat, sehingga semakin banyak anak-anak yang merasakan manfaatnya,” tegas Kang Edwin.
Bagi anak-anak dan pelatih di Bandung, dukungan itu bukan sekadar simbol. Ia menjadi energi baru untuk mengembangkan catur sebagai media belajar sekaligus wadah pembentukan karakter generasi muda. Setiap bidak yang digerakkan di papan catur kini bukan hanya langkah permainan, tetapi juga investasi masa depan membentuk otak yang cerdas, mental yang tangguh, dan karakter yang kuat.
Coronavirus disease 2019
Coronavirus disease 2019 COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-C…








