IMG 20210603 WA0015
Home All News 32 ASN Terpapar COVID-19, Gedung Sate Ditutup Sementara
All News - Regional - 2021-06-03

32 ASN Terpapar COVID-19, Gedung Sate Ditutup Sementara

MATAKOTA, Banyuasin – 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) terpapar COVID-19, Kawasan pusat perkantoran Gedung Sate, yang berkaitan  dengan fasilitas dan area publik untuk sementara waktu ditutup.

Penutupan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 97/KS.01/UM tentang Penyesuaian Sistem Kerja bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dalam surat edaran tersebut, kehadiran pegawai di kantor pada setiap unit kerja maksimal 25 persen. Sedangkan, PNS yang berusia di atas 50 tahun, ibu hamil dan menyusui, dan memiliki penyakit bawaan untuk melakukan Flexible Working Arrangements (FWA).

Diungkap Gubenur Jabar Ridwan Kamil, penutupan fasilitas dan area publik Gedung Sate, serta penyesusain sistem kerja dilakukan untuk menyikapi adanya 32 Aparatur Sipil Negera (ASN) yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Terdapat satu klaster yang kami nilai membuat situasi di tempat kerja atau Gedung Sate ini harus dilakukan penutupan sementara karena terdapat 32 ASN di Pemda Provinsi Jabar yang terpapar COVID-19,” ucap Emil, sapaan Ridwan Kamil— di Hotel Wyndham OPI, Kabupaten Banyuasin, Kamis (3/6/2021).

“Kejadiannya pasca-Lebaran saat ada satu rombongan ke Jakarta melakukan pertemuan dalam kunjungan kerja ke Jakarta. Kemudian dari situ ternyata menjadi sumber keterpaparan,” imbuhnya.

Emil sudah menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar untuk melakukan pelacakan kontak erat.

“Kami langsung melakukan tracing kepada seluruh yang terpapar keluarganya, dan sesuai prosedur apabila ada klaster yang cukup signifikan, maka mohon maaf Gedung Sate ditutup sementara sambil kita lakukan upaya 3T kepada mereka yang terpapar COVID-19,” ucapnya.

Emil pun berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua lapisan masyarakat, khususnya pelayan publik, untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran untuk kita semua agar selalu ingat ke mana pun kita pergi, termasuk ketika naik mobil satu orang, dua orang atau banyakan, tetap gunakan masker, jaga jarak, kurangi perbincangan yang tidak perlu. Sehingga kita tetap bisa produktif kedinasan, tanpa terpapar pada potensi COVID-19,” tuturnya. (edi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Awas Raib! Dewan Minta Pemkot Bandung Benahi Aset PD Kebersihan

MATAKOTA, Bandung  –  Anggota DPRD Folmer S. Silalahi meminta Pemerintah Kota (Pemko…