Home Berita Taklim dan Tarbiyah Tak Sama, Pengajian di Ciwidey Jelaskan Bedanya
Berita - 2026-06-26

Taklim dan Tarbiyah Tak Sama, Pengajian di Ciwidey Jelaskan Bedanya

MATAKOTA II Bandung — Dua istilah ini kerap terdengar berdekatan dalam obrolan belajar agama, yakni taklim dan tarbiyah. Sekilas mirip, tapi dalam pengajian rutin Tarekat Tijaniyah di Ciwidey, keduanya dijelaskan berada di jalur yang berbeda.

Pembahasan itu muncul dalam pengajian di Zawiyah Miftahul Falah, Kampung Pamoyanan, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa, 22 Juni 2026. Materi disampaikan Ustadz Aang di hadapan jamaah rutinan yang mengikuti kajian tersebut.

Dalam penjelasannya, taklim digambarkan sebagai ruang belajar yang terbuka. Siapa saja bisa datang, mendengar, lalu mengambil pelajaran dari materi yang disampaikan. Karena sifatnya umum, taklim dipahami sebagai pintu awal untuk mengenal dan memahami ilmu agama.

Berbeda dengan itu, tarbiyah dijelaskan sebagai proses pembinaan yang lebih terarah. Bukan hanya menerima materi, tetapi ada tahapan, kedisiplinan, dan kesinambungan dalam menjalaninya.

“Kalau taklim itu ruang belajarnya terbuka, siapa saja bisa ikut. Sedangkan tarbiyah lebih ke pembinaan, jadi ada proses yang harus dijalani dengan lebih serius dan teratur,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam kajian tersebut.

Gambaran sederhananya, taklim lebih dekat dengan forum belajar umum yang bisa diikuti siapa saja tanpa ikatan khusus. Sementara tarbiyah menuntut komitmen yang lebih kuat, karena yang dibangun bukan hanya pengetahuan, tetapi juga pembiasaan dalam menjalani proses belajar itu sendiri.

Dari situ, jamaah diajak melihat bahwa taklim dan tarbiyah tidak saling berhadapan. Keduanya justru punya tempat masing-masing. Taklim membuka ruang belajar yang luas, sedangkan tarbiyah bergerak lebih jauh ke pembinaan yang lebih terarah.

Penjelasan itu menjadi bagian dari kajian rutin Tarekat Tijaniyah di Zawiyah Miftahul Falah Pamoyanan. Bagi jamaah, materi seperti ini bukan hanya soal istilah, tetapi juga cara memahami jalur belajar agama dengan lebih tepat.* Uus MataKota.

Check Also

PWRI Kabupaten Bandung Siapkan Kartu Anggota hingga Satgas Bantuan Hukum

MATAKOTA II Bandung — Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung teng…